Orang Desa Tak Terpengaruh Pelemahan Rupiah, Amran Beri Penjelasan Ini

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, menjelaskan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, terkait dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada masyarakat desa.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang memiliki dampak terhadap sejumlah komoditas impor, namun di sisi lain justru memberikan keuntungan bagi sektor pertanian dan perkebunan yang berorientasi ekspor.

Amran tak menampik, komoditas impor seperti bawang putih memang terdampak akibat penguatan dolar AS. Namun, ia menilai kondisi tersebut tidak bisa dilihat secara parsial karena banyak komoditas pertanian Indonesia juga menikmati kenaikan nilai ekspor.

"Yang dimaksud bapak Presiden (Prabowo), tentu (dolar) itu ada pengaruhnya. Katakanlah bawang putih ada pengaruhnya ya. Tetapi berapa komoditas kita ekspor? Komoditas pertanian ini diekspor," kata Amran dalam media briefing di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Ia bahkan mengungkapkan, sebagian pelaku usaha di sektor perkebunan pernah menanyakan kapan krisis akan terjadi, karena kondisi nilai tukar saat ini justru meningkatkan nilai ekspor mereka.

"Bahkan sebagian banyak orang, ini sebagian orang (di sektor) perkebunan, pernah bertanya ke saya kapan krisis? Karena ini nilai ekspornya naik kan, ekspor ini," ujar dia.

Menurutnya, kenaikan nilai ekspor tersebut mendorong petani menjadi lebih serius dalam mengelola tanamannya. Mulai dari pemupukan, pengendalian hama, hingga menjaga ketersediaan air dilakukan lebih optimal karena hasil yang diperoleh dinilai lebih menguntungkan.

"Karena petani sederhana, karena ini menguntungkan situasi, tanamannya dipupuk dengan baik, dipelihara dengan baik, hamanya dijaga dengan baik, airnya dijaga dengan baik. Benar nggak? Logik kan? Nah hasilnya ini," ucapnya.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), Amran menyebut nilai ekspor sektor pertanian mengalami kenaikan signifikan dari tahun ke tahun (year on year/yoy), sementara impor justru turun. Ia mengatakan, ekspor sektor pertanian pada tahun 2025 meningkat 28,26% menjadi Rp166 triliun, sedangkan impor sektor pertanian turun hingga 9,66% menjadi Rp41 triliun.

"Ini kesimpulan aja ini. Naik Rp166 triliun, ini ekspor pertanian. Dan ini data BPS. Impornya turun Rp41 triliun," katanya.

Karena itu, Amran menilai dampak positif pelemahan rupiah di wilayah pedesaan, khususnya bagi petani, jauh lebih besar dibanding dampak negatifnya.

"Inilah yang dimaksud Bapak Presiden.. bahwa ada dampaknya iya, tetapi dampak positifnya, di desa khususnya, di desa kan petani kan? Dampak positifnya jauh lebih tinggi. Nah kita pakai data. Anda boleh cross-check ini data nanti," tegas Amran.

Ia pun memastikan pemerintah tetap berkomitmen dalam menjaga tingkat kesejahteraan petani. Hal ini tercermin dari angka Nilai Tukar Petani (NTP) yang berada di angka 125,24%.

Lebih lanjut, Amran menegaskan pemerintah tetap menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan global. Salah satunya melalui kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi dan penurunan harga pupuk.

"Ya dampak (pelemahan rupiah) ada, (untuk) beli BBM. Tapi ingat, BBM disubsidi kan? Tidak naik. Iya kan? Harga pupuk juga turun. Negara mana seperti itu? Ada? Coba tunjukkan saya negara (yang seperti itu, selain Indonesia). Kebijakan Bapak Presiden luar biasa. Itu yang dimaksud," kata dia.

Amran menyebut penjelasan Prabowo beberapa waktu lalu memang disampaikan dalam bahasa yang sederhana kepada masyarakat, sementara rincian teknis dan data menjadi tugas para menteri untuk menjelaskannya lebih detail.

"Kan Bapak (Prabowo) seorang Presiden, tidak mungkin detail. Yang detail itu, detail kan adalah menterinya. Clear? Paham?" Tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto buka suara mengenai pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang kini telah menyentuh level Rp 17.600/US$, terlemah sepanjang sejarah. Meski nilai tukar rupiah anjlok sangat dalam, Prabowo menepis anggapan negatif terkait perekonomian Indonesia yang diramal suram.

"Saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar 'Indonesia akan collapse, akan chaos'... Orang rakyat di desa nggak pake dolar kok," kata Prabowo saat peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Meski posisi rupiah telah menyentuh level terendah, dia optimistis kondisi di Indonesia masih aman, baik dari sisi pangan hingga energi, meskipun banyak negara lain yang panik.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |