Operasional 350 Dapur MBG di Jabar Dihentikan, Kenapa?

1 week ago 3

Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) evaluasi menyeluruh dengan menghentikan operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ratusan SPPG di Jawa Barat juga ikut disetop operasionalnya.

Dilansir detikjabar, Kamis (12/3/2026), evaluasi tersebut dilakukan oleh Badan Gizi Nasional yang memutuskan menghentikan sementara operasional 1.512 SPPG di berbagai daerah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari proses peninjauan terhadap pemenuhan standar operasional serta kelengkapan sarana prasarana di setiap dapur penyedia makanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari jumlah tersebut, sekitar 350 SPPG berada di Jawa Barat. Evaluasi dilakukan karena sejumlah dapur diketahui belum memenuhi beberapa persyaratan dasar, seperti kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Selain itu, fasilitas tempat tinggal bagi pengelola dapur yang terdiri dari Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan juga belum dibangun setelah melewati masa operasional awal selama 30 hari.

Ketua Satgas MBG Jawa Barat, Linda Al Amin menjelaskan keputusan penghentian operasional tersebut sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional. Sementara itu, satgas di daerah memiliki peran utama dalam melakukan pemantauan terhadap standar kesehatan dan keamanan pangan.

"Kami hanya memastikan apakah mereka sudah mendapatkan SLHS dari dinas kesehatan kabupaten atau kota. Itu yang terus kami pantau, tapi kalau soal pencabutan atau pemberian izin operasional itu sepenuhnya kewenangan BGN," ujar Linda.

Baca berita lengkapnya di sini.

Lihat juga Video Kapolri: Polri Punya 1.179 Dapur MBG, Serap 58 Ribu Tenaga Kerja

(maa/idh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |