Operasi Ketupat 2026: Rekayasa Lalin Berbasis Data Efektif, Fatalitas Turun 30,41%

3 hours ago 4

Jakarta -

Polri secara resmi mengakhiri pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada Rabu (25/3) setelah berlangsung selama 13 hari. Meski volume kendaraan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu, Polri mencatatkan capaian positif dengan penurunan angka fatalitas korban meninggal dunia hingga 30,41 persen.

"Saya Kakorlantas Polri, atas seizin Bapak Kapolri malam ini secara resmi menutup Operasi Ketupat 2026," kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho kepada wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/3/2026) malam.

Irjen Agus selaku Kaopspus Operasi Ketupat 2026 mengungkap, secara umum situasi kamtibmas selama perayaan Idulfitri 1447 H terjaga aman, tertib, dan kondusif. Ini merupakan sebagai buah dari sinergi antar-stakeholder serta penerapan strategi rekayasa lalu lintas yang presisi sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho saat menutup Operasi Ketupat 2026Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho saat pembukaan rekayasa lalin arus balik one way (Foto: Dok. Istimewa)

Dalam Operasi Ketupat 2026, Polri dan stakeholder terkait memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dengan menyiagakan ribuan posko di seluruh titik strategis melibatkan 161.243 personel gabungan. Total terdapat 2.746 posko di seluruh Indonesia, terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, serta 343 Pos Terpadu.

Berdasarkan data aplikasi IRSMS Korlantas Polri, angka kecelakaan lalu lintas nasional menunjukkan tren penurunan 5,31 persen, yakni dari 2.880 perkara pada 2025, menjadi 2.727 perkara pada 2026. Jumlah fatalitas korban meninggal dunia turun signifikan sebesar 30,41 persen, yakni dari 342 orang pada tahun 2025 menjadi 238 orang pada tahun 2026.

Kakorlantas Polri Irjen Agus SuryonugrohoKakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho (Foto: Dok. Istimewa)

"Selain itu kecelakaan menonjol juga nihil selama periode operasi tahun ini," ujar Irjen Agus.

Kelancaran arus mudik dan balik tahun ini didukung oleh manajemen arus yang dinamis dan terukur. Pada puncak arus mudik tanggal 18 Maret, volume kendaraan mencapai 270.315 unit atau naik 4,62% dari 2025. Sementara puncak arus balik pada 24 Maret menembus 256.338 kendaraan atau naik 14,87% dari 2025.

Keberhasilan menekan angka kecelakaan ini tidak lepas dari penerapan strategi rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara situasional dan terukur. Selama fase arus mudik, Polri mengelola kepadatan dengan menerapkan skema contraflow mulai dari satu hingga tiga lajur di titik-titik krusial seperti KM 36 hingga KM 70 ruas tol Jakarta-Cikampek. Puncaknya, Korlantas memberlakukan One Way Nasional Presisi yang membentang dari KM 70 hingga KM 414 Kalikangkung, bahkan sempat dilanjutkan hingga KM 424 guna memastikan kelancaran arus menuju Jawa Tengah.

Simpang Tugu Babat Lamongan yang padat kendaraan diduga karena banyak masyarakat mudik lokal.Ilustrasi polisi mengatur kendaraan pemudik di simpang Tugu Babat Lamongan yang padat kendaraan. (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)

Memasuki fase arus balik, fleksibilitas strategi kembali ditunjukkan melalui inovasi One Way Lokal Presisi atau yang dikenal sebagai One Way Sepenggal Presisi. Skema ini diterapkan secara bertahap, salah satunya pada ruas KM 414 hingga KM 263, untuk mengurai bangkitan arus kendaraan secara spesifik tanpa harus menutup akses jalur secara permanen. Seluruh pergerakan ini dipantau secara real-time melalui Command Center Korlantas yang didukung perangkat modern seperti ETLE Patrol Presisi untuk memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan data akurat di lapangan.

Dalam Operasi Ketupat 2026, Polri juga mengedepankan sisi humanis melalui program Mudik Gratis Polri Presisi yang memberangkatkan 4.009 orang dengan 81 unit bus. Tim Urai dan Tim Public Address Polri juga aktif memberikan bantuan langsung berupa makanan dan obat-obatan kepada pemudik di jalan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran PJU Polri juga terus turun ke berbagai wilayah memastikan kelancaran arus mudik hingga arus balik.

Perintah Kapolri Lanjut KRYD hingga 29 Maret

Meski Operasi Ketupat 2026 resmi berakhir, pengamanan tidak langsung ditarik karena data menunjukkan masih ada sisa arus balik sebesar 42,29 persen kendaraan yang belum kembali ke Jakarta. Oleh karena itu, sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri melanjutkan pengawalan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026 guna menjamin keselamatan setiap pemudik.

"Tugas itu adalah kehormatan, kita tidak boleh lelah melayani masyarakat memastikan mereka kembali ke rumah dengan selamat. Kami Polri masih akan terus berada di lapangan hingga akhir masa KRYD sesuai arahan Bapak Kapolri memastikan seluruh masyarakat yang mudik kembali ke rumah dengan aman," ucap Irjen Agus.

Irjen Agus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel di lapangan yang telah bertugas tanpa lelah memberikan pelayanan humanis kepada masyarakat. Ia juga memuji sinergi dan kolaborasi erat antar-stakeholder yang berjalan sangat solid dan responsif selama operasi berlangsung.

Irjen Agus juga meminta maaf kepada masyarakat jika dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 masih terdapat kekurangan. Evaluasi akan dilakukan agar pengamanan Operasi Ketupat berikutnya bisa berjalan lebih maksimal.

Menurutnya, keberhasilan mewujudkan semangat 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia' ini adalah hasil kerja keras bersama dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Lihat juga Video 'Operasi Ketupat Selesai, Tapi Polisi Masih Siaga!':

(yld/hri)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |