Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan museum Ibu Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Jawa Timur. Museum ini nantinya dibuka gratis untuk masyarakat.
Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (16/5/2026), sebelum meresmikan Museum Marsinah, Prabowo sempat menyapa keluarga Marsinah. Prabowo juga sempat melihat kamar Marsinah yang ada di museum itu bersama Presiden KSPSI Andi Gani.
"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim pada pagi hari ini Sabtu, 16 Mei 2026 saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur," kata Prabowo di lokasi.
Setelah itu, Prabowo menandatangani prasasti. Itu adalah bukti dari peresmian museum dan rumah singgah ini.
Sebelum melakukan peresmian, Prabowo didampingi oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani NenaWea sekalu inisiator pembangunan museum untuk meninjau isi dalam museum Ibu Marsinah. Isi dalam museum terdiri dari beberapa segmen yang menggambarkan perjalanan hidup Marsinah. Seperti pakaian peninggalan Marsinah, tas, hingga kliping koran asli yang merekam peristiwa pembunuhan serta proses pengadilannya.
Pertama adalah segmen biografi Marsinah. Kemudian gambaran diorama terkait realita kondisi buruh pada tahun 1990.
Kemudian segmen perjuangan Marsinah dalam membangun solidaritas buruh. Disebutkan, Marsinah bukan hanya berbicara namun bertindak dan berani mengambil risiko.
Selanjutnya adalah segmen yang menceritakan tragedi dan keadilan. Di mana pada Mei 1993 Marsinah berdiri di barisan paling depan untuk memperjuangkan hak mendapatkan upah yang tinggi.
Ada juga miniatur saat Marsinah resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada Senin, 10 November 2025 lalu. Penganugerahan tersebut dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Adapun Marsinah dikenal luas sebagai ikon perjuangan hak-hak pekerja, gugur dalam memperjuangkan keadilan bagi rekan-rekannya di Sidoarjo pada tahun 1993. Kini nama Marsinah menjadi pahlawan bangsa yang dikenang karena pengabdian dan keberaniannya.
Andi Gani mengatakan museum dibangun tanpa APBN, dari iuran buruh dan dengan dibantu penasihat buruh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta keluarga besar Marsinah. Andi juga menunjukkan baju terakhir yang dipakai Marsinah.
Di museum itu juga ada jejak peristiwa atau sejarah Marsinah. Andi mengatakan museum ini akan dibuka gratis untuk umum, dan dilengkapi rumah singgah untuk peziarah.
Kegiatan peresmian diperkirakan diikuti sekitar 7.000 buruh yang datang dari Surabaya, Nganjuk, Mojokerto, hingga Jombang. Selain Presiden Prabowo, sejumlah menteri kaninet Prabowo dan tokoh juga hadir, di antaranya Sekjen ITUC (Konfederasi Serikat Buruh Internasional) Shoya Yoshida, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hingga jajaran pimpinan MPR dan DPD RI.
Museum ini baru akan dibuka secara resmi untuk masyarakat umum tujuh hari setelah diresmikan. Warga dapat datang tanpa dipungut biaya alias gratis.
Tonton juga video "Prabowo Senang Hadiri Acara Penyerahan Gunungan Duit Sitaan ke Kas Negara"
(zap/dhn)

















































