Ngeri! Jembatan Raib, Warga Nepal Naik Seluncur Seberangi Sungai

5 hours ago 5

Banjir bandang Nepal menghanyutkan jembatan dan mengisolasi warga. Otoritas memasang luncur gantung darurat untuk membantu warga menyeberangi Sungai Trishuli.

Sejumlah orang berada di dalam keranjang yang digantung pada tali luncur (zip line) darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, menyusul banjir bandang mematikan yang merusak jembatan dan sempat membuat warga terisolasi, di distrik Nuwakot

Sejumlah warga berada di dalam keranjang yang tergantung pada tali luncur (zipline) darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, Distrik Nuwakot, Nepal, Kamis (3/9/2026). Fasilitas tersebut dipasang otoritas setempat untuk membantu warga melintasi sungai berarus deras setelah banjir bandang menghanyutkan sejumlah jembatan dan menyebabkan beberapa wilayah terisolasi dari kota-kota utama. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Sejumlah orang berada di dalam keranjang yang digantung pada tali luncur (zip line) darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, menyusul banjir bandang mematikan yang merusak jembatan dan sempat membuat warga terisolasi, di distrik Nuwakot, Nepal, pada 3 September 2026.

Sejumlah warga desa mengatakan pada Kamis (3/9/2026) bahwa mereka telah terjebak di seberang sungai selama hampir satu minggu setelah jalur penyeberangan yang biasa digunakan hanyut diterjang banjir. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Warga berpegangan pada keranjang yang tergantung di jalur *zip-line* darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari arah Koloni, setelah tanah longsor dan aliran lumpur merusak jembatan serta sempat membuat warga di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, terisolasi pada 2 September 2026.

Pemasangan zipline menjadi salah satu upaya untuk membuka kembali akses warga yang terputus. Beberapa warga bahkan baru dapat menyeberangi sungai untuk pertama kalinya sejak bencana guna memeriksa kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka. (REUTERS/Francis Mascarenhas)

Seorang pria berada di dalam keranjang yang tergantung pada tali luncur darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, menyusul banjir bandang mematikan yang merusak jembatan dan sempat membuat warga terisolasi, di distrik Nuwakot, Nepal, pada 3 September 2026.

Bencana banjir dahsyat tersebut terjadi setelah runtuhnya gletser dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar. Lebih dari 1.200 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 4.200 orang lainnya masih dinyatakan hilang. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Seorang pria menarik tali luncur darurat yang membawa orang-orang menyeberangi Sungai Trishuli dari arah Koloni, setelah tanah longsor dan aliran lumpur merusak jembatan serta menyebabkan warga sempat terjebak di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, pada 2 September 2026.

Harapan untuk menemukan korban selamat semakin menipis setelah lebih dari sepekan sejak bencana terjadi. Meski demikian, otoritas Nepal masih terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. (REUTERS/Francis Mascarenhas)

Seorang pria berswafoto saat berada di dalam keranjang gantung pada jalur *zip-line* darurat ketika menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni—menyusul banjir bandang mematikan yang merusak jembatan dan sempat membuat warga terisolasi—di distrik Nuwakot, Nepal, pada 3 September 2026.

Sekitar 900 orang juga dikhawatirkan masih terjebak di sebuah pembangkit listrik tenaga air yang terdampak bencana. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Sejumlah orang berada di dalam keranjang yang digantung pada tali luncur (zip line) darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, menyusul banjir bandang mematikan yang merusak jembatan dan sempat membuat warga terisolasi, di distrik Nuwakot, Nepal, pada 3 September 2026.

Tim penyelamat terus berupaya menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi di tengah kondisi medan dan arus sungai yang masih berbahaya. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |