Nasib PM Inggris di Ujung Tanduk, Ini Sosok Terkuat Penggantinya

3 hours ago 2

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

16 May 2026 21:15

Jakarta, CNBC Indonesia - Posisi Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer sedang berada dalam tekanan besar. Kurang dari dua tahun setelah Partai Buruh (Labour) menang telak dalam pemilu, kepemimpinan Starmer justru mulai digoyang dari dalam partainya sendiri.

Popularitas Starmer merosot tajam setelah berbagai perubahan sikap politik yang membuat publik Inggris kecewa. Kekalahan besar Labour dalam pemilu lokal pada 7 Mei 2026 juga memperkuat tekanan terhadapnya.

Melansir The Economist, hampir 100 dari 403 anggota parlemen Labour disebut telah meminta Starmer mundur. Tekanan semakin besar setelah lima menteri mengirimkan surat pengunduran diri, termasuk Wes Streeting, mantan Menteri Kesehatan Inggris.

Starmer sejauh ini masih menyatakan akan bertahan. Namun, peluang digelarnya kontestasi kepemimpinan Labour kini semakin besar. Dalam aturan partai, pemilihan pemimpin baru bisa dipicu jika 20% anggota parlemen Labour secara resmi menyatakan dukungan kepada kandidat lain.

Beberapa nama mulai disebut sebagai calon pengganti Starmer. Di antaranya Wes Streeting, Angela Rayner, Ed Miliband, hingga Andy Burnham, Wali Kota Greater Manchester.

The EconomistFoto: The Economist

Berdasarkan data terbaru Betfair Exchange yang dikutip dari The Economist, Andy Burnham kini muncul sebagai kandidat paling kuat.

Peluang Burnham menjadi perdana menteri melonjak tajam menjadi 54%. Angka ini jauh di atas Angela Rayner sebesar 16%, Ed Miliband 8%, Wes Streeting 7%, dan peluang Starmer bertahan hingga pemilu berikutnya sebesar 6%.

Jalan Burnham ke Downing Street Tidak Mudah

Meski menjadi favorit pasar prediksi, jalan Burnham menuju 10 Downing Street masih panjang. Dia harus lebih dulu memenangkan pemilihan sela agar bisa kembali duduk di House of Commons atau parlemen Inggris.

Setelah itu, Burnham juga perlu mengumpulkan dukungan dari 81 anggota parlemen Labour untuk bisa maju dalam kontestasi kepemimpinan partai.

Karena itu, waktu kejatuhan Starmer masih belum pasti. Berdasarkan pasar prediksi Betfair, peluang terbesar Starmer meninggalkan jabatan terjadi pada akhir September 2026, yakni 52,6%.

The EconomistFoto: The Economist

Sementara itu, peluang Starmer mundur pada akhir Juni hanya 2,5%. Ada pula peluang 22,7% dia bertahan hingga akhir Desember 2026, dan 22,2% bertahan sampai 2027 atau lebih lama.

Makerfield Jadi Ujian Penting

Nasib Burnham akan sangat bergantung pada pemilihan sela di Makerfield, Greater Manchester. Pada 14 Mei 2026, Josh Simons, anggota parlemen Labour untuk Makerfield, mundur untuk memberi jalan kepada Burnham.

Partai Labour kemudian memberi izin kepada Burnham untuk maju sebagai kandidat di daerah tersebut pada 15 Mei 2026.

Makerfield secara historis merupakan basis kuat Labour. Sejak daerah pemilihan itu dibentuk pada 1983, Labour selalu menang dan tidak pernah memperoleh suara di bawah 40% dalam pemilu nasional.

Namun, tantangan kali ini tidak ringan. Reform UK berhasil meraih sekitar 50% suara dalam pemilu dewan lokal Makerfield pada 7 Mei. Hal ini membuat posisi Labour tidak sepenuhnya aman.

The EconomistFoto: The Economist


Pasar prediksi Betfair memperkirakan peluang kemenangan Labour di Makerfield berada di 55%, sementara Reform UK sebesar 43%. Peluang Labour masih bisa berubah jika pencalonan Burnham benar-benar resmi disahkan.

Anggota Labour Lebih Memilih Burnham

Jika Burnham berhasil masuk parlemen, peluangnya dalam kontestasi internal Labour cukup besar. Basis anggota Labour yang berjumlah sekitar 250.000 orang cenderung condong ke kiri dan banyak berasal dari sektor publik.

Dalam survei Survation terhadap anggota Labour pada 13-14 Mei 2026, Burnham unggul jauh jika berhadapan langsung dengan Starmer.

The EconomistFoto: The Economist

Sebanyak 61% anggota Labour menyatakan akan memilih Burnham, sementara Starmer hanya mendapat 28%.

Kandidat lain juga masih bisa mengalahkan Starmer, tetapi selisihnya lebih tipis. Ed Miliband memperoleh 46% melawan Starmer 39%, sedangkan Angela Rayner mendapat 45% melawan Starmer 41%.

Sementara itu, Wes Streeting tertinggal jauh. Dia hanya mendapat 23%, sedangkan Starmer unggul dengan 53%.

Burnham Paling Disukai, Tapi Belum Tentu Cukup

Dari sisi popularitas publik, Burnham juga menjadi salah satu figur Labour dengan citra paling positif. Survei YouGov pada 12-13 Mei 2026 menunjukkan Burnham memiliki tingkat kesukaan yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah tokoh Labour lain.

The EconomistFoto: The Economist

Namun, tantangan tetap besar. Burnham sudah hampir satu dekade meninggalkan Westminster untuk memimpin Greater Manchester. Artinya, bagi sebagian pemilih nasional, dia belum tentu menjadi sosok yang benar-benar dikenal luas.

Di sisi lain, Labour saat ini masih tertinggal dalam berbagai jajak pendapat. Pergantian pemimpin belum tentu langsung memperbaiki peluang partai dalam pemilu berikutnya.

Kunci utamanya ada pada kemampuan pemimpin baru Labour menawarkan arah politik yang lebih jelas dan menarik kembali pemilih yang meninggalkan partai dalam dua tahun terakhir.

Dengan kondisi saat ini, Andy Burnham memang menjadi kandidat terkuat pengganti Keir Starmer.

Namun, sebelum benar-benar bisa menuju kursi perdana menteri, Burnham harus melewati dua ujian besar, yakni menang di Makerfield dan mengamankan dukungan kuat dari anggota parlemen Labour.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |