Jakarta -
Kementerian Agama (Kemenag) telah merilis logo, tema hingga maskot Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI. MTQ Nasional 2026 akan digelar di Semarang pada September 2026.
Melansir situs Kemenag, MTQ Nasional 2026 berlangsung pada 11-20 September 2026 di Semarang dengan tema "Menebar Cahaya Al-Qur'an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas Berkeadilan". Logo dan Maskot MTQN XXXI merupakan hasil sayembara terbuka.
Logo MTQ Nasional 2026 berbentuk gunungan wayang berwarna putih-hijau dengan ikon-ikon khas Kota Semarang. Sementara itu, maskot MTQ Nasional XXXI diberi nama Sahabat Qur'an (Saqur).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Tengah, Yasin Maimoen, mengatakan, logo MTQ mengangkat unsur budaya khas Jawa Tengah dan Kota Semarang sebagai simbol kebudayaan dan kebanggaan daerah. Logo ini merepresentasikan nilai budaya, keberagaman, serta harmoni yang menjadi karakter Jawa Tengah.
Adapun maskot diperkenalkan sebagai Saqur atau Sahabat Quran, yang menggambarkan semangat generasi muda yang dekat dengan Al-Qur'an. Maskot ini merepresentasikan generasi muda Indonesia yang religius, cerdas, kreatif, bersemangat, dan memiliki akhlak mulia.
Visual Logo MTQ Nasional 2026
Berdasarkan informasi resmi dari Kemenag Jawa Tengah (Jateng), logo dan maskot MTQ Nasional 2026 diperoleh dari hasil sayembara yang dimenangkan oleh Ahmad Nurohman asal Kabupaten Tangerang, Banten. Berikut ini visual logo MTQ Nasional 2026.
Logo MTQ Nasional 2026 (Foto: Dok. Kemenag)
Jadwal MTQ Nasional 2026
Ajang MTQ Nasional 2026 akan dilaksanakan pada 11 sampai 20 September 2026. Berikut jadwalnya.
- 11-12 September 2026: Kedatangan dan registrasi kafilah
- 12 September 2026: Pembukaan MTQ Nasional di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang yang diawali dengan pawai ta'aruf dan malam ta'aruf
- 13-19 September 2026: Pelaksanaan perlombaan dan pameran produk unggulan
- 19-20 September 2026: Penutupan
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan berbagai layanan pendukung bagi peserta, mulai dari penjemputan dan pengantaran kafilah, kendaraan operasional, pawai ta'aruf, malam ta'aruf, hingga penyediaan sarana dan prasarana perlombaan.
Selain musabaqah, rangkaian kegiatan juga akan dimeriahkan dengan Expo dan Pameran Produk Unggulan yang berlangsung selama sembilan hari dengan melibatkan seluruh provinsi, kementerian, pemerintah kabupaten/kota, BUMN, BUMD, serta lembaga filantropi.
Pameran tersebut akan menghadirkan produk ekonomi syariah, kaligrafi Islam, dan festival kuliner halal sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah di Jawa Tengah.
Berbagai kegiatan pendukung lain juga telah disiapkan, antara lain lomba rebana nasional, pameran halal tour, fashion Islami, Batik Nusantara Award, job fair, seminar nasional bertema moderasi beragama dan ekonomi syariah di era digital, hingga program wisata religi dan heritage bagi para kafilah.
(kny/zap)
















































