Kemhan Tegaskan Pelatihan SPPI Tak Sama dengan Pendidikan Militer

3 hours ago 3
Jakarta -

Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan pelatihan yang diberikan kepada peserta sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak sama seperti pelatihan untuk prajurit. Pelatihan ini juga sudah disusun secara terukur.

"Penyelenggaraan latihan bela negara dan manajerial ini disusun secara terukur dengan memperhatikan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil. Kegiatan ini tidak disamakan dengan pendidikan militer atau prajurit," ungkap Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan, saat jumpa pers di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).

Ketut juga menjelaskan pelatihan kepada peserta SPPI tidak ditekankan pada kemampuan fisik. Melainkan kepada mental karakter hingga pemecahan masalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah," kata Ketut.

Ketut mengatakan pelatihan yang diberikan berfokus pada bela negara serta penamaan disiplin. Adapun kegiatan fisik yang dilakukan, kata dia, telah diukur sehingga tak memberatkan.

"Proses latihan atau pendidikan ini ada proses. Tahap pertama adalah penanaman disiplin dan national building melalui bela negara. Di mana, kegiatan-kegiatan fisik sesuai dengan yang sudah dilaksanakan itu adalah senam, kemudian jalan, PBB, dan PPM. Jadi belum ada kegiatan yang memang menentukan kegiatan fisik berat," jelas Ketut.

Dia menyebutkan, proses pelatihan dijalankan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut. Setelah pelatihan kedisiplinan dan bela negara, peserta selanjutnya diberikan pengarahan dalam materi manajerial oleh Kementerian Koperasi dan Kementerian Kelautan.

"Manajerialnya secara paralel, yaitu materi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diampu oleh Kementerian Koperasi, kemudian manajerial Koperasi Nelayan Merah Putih yang diampu oleh Kementerian Kelautan. Sehingga ini proses yang memang berlanjut secara bertahap dan berkelanjutan," imbuh dia.

5 Peserta Meninggal

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyampaikan duka atas meningalnya peserta sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Total peserta SPPI yang meninggal dunia saat ini berjumlah lima orang.

"Pertama-tama, atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, panitia seleksi nasional dan seluruh penyelenggara program sarjana penggerak pembangunan Indonesia menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program SPPI KDKN PKNP tahun 2026 yang sedang mengikuti latihan bela negara dan manajerial," ujar Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan saat jumpa pers, Sabtu (27/6).

Ketut menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Dia mengatakan para peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.

"Kelima peserta tersebut memiliki karakter, dan kondisi berbeda-beda, seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan," ucapnya.

Berikut nama-nama peserta SPPI yang meninggal dunia:

1. Yonanda Muhammad Taufiq
2. Anisa Muyassaroh
3. Novia Rahmadhani Sihotang
4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan
5. Nola Dya Sari

Tonton juga video "5 Orang Peserta SPPI Meninggal saat Latihan Dasar Militer"

(kuf/zap)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |