Jakarta, CNBC Indonesia - Model kecerdasan buatan (AI) terbaru buatan Anthropic bernama Claude Mythos memicu kekhawatiran global. Menteri keuangan, bank sentral hingga petinggi perbankan disebut mulai waswas karena kemampuan AI tersebut dinilai bisa mengancam keamanan sistem keuangan dunia.
Kekhawatiran itu mencuat setelah Anthropic mengungkap Mythos mampu menemukan berbagai celah keamanan pada sistem operasi, browser web, hingga infrastruktur digital penting lainnya.
Menteri Keuangan Kanada François-Philippe Champagne mengatakan isu Mythos bahkan menjadi pembahasan serius dalam pertemuan Dana Moneter Internasional atau IMF di Washington DC pekan ini.
"Masalah ini cukup serius sehingga mendapat perhatian seluruh menteri keuangan," ujarnya.
Ia membandingkan ancaman AI tersebut dengan kondisi geopolitik global seperti di Selat Hormuz. Namun menurutnya, ancaman dari Mythos jauh lebih sulit diprediksi karena berasal dari sesuatu yang belum sepenuhnya dipahami.
Lantas, apa Claude Mythos? Seberapa canggih AI tersebut?
Claude Mythos sendiri merupakan model terbaru dari ekosistem AI Claude milik Anthropic, pesaing ChatGPT milik OpenAI dan Gemini buatan Google.
Anthropic mengklaim Mythos memiliki kemampuan sangat tinggi dalam tugas keamanan komputer. Model ini disebut mampu menemukan bug lama dalam perangkat lunak serta mengeksploitasi kelemahan sistem keamanan digital.
Karena alasan tersebut, Anthropic memilih tidak merilis Mythos ke publik. Akses model itu saat ini hanya diberikan kepada sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Amazon Web Services, CrowdStrike, Microsoft, dan Nvidia melalui proyek bernama Project Glasswing.
Di sisi lain, sebagian pakar keamanan siber meminta publik tidak terburu-buru panik. Sebab, model tersebut belum diuji secara luas oleh industri teknologi global.
Lembaga AI Security Institute yang telah memperoleh akses awal menyebut Mythos memang sangat kuat untuk membobol sistem dengan perlindungan lemah. Namun kemampuannya dinilai belum terlalu jauh melampaui model sebelumnya, Claude Opus 4.
"Pengujian kami menunjukkan Mythos Preview dapat mengeksploitasi sistem dengan keamanan lemah, dan kemungkinan akan ada lebih banyak model dengan kemampuan serupa di masa depan," tulis peneliti dalam laporannya
Sementara, CEO Barclays, CS Venkatakrishnan, mengatakan sektor keuangan harus segera memahami potensi ancaman yang dibawa teknologi tersebut.
"Masalah ini cukup serius sehingga orang harus khawatir," ujarnya, dikutip dari BBC, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, sistem keuangan global kini semakin terkoneksi secara digital. Kondisi itu membuka peluang baru, namun sekaligus memperbesar risiko serangan siber.
Anthropic mengungkap Mythos sudah berhasil menemukan sejumlah kerentanan keamanan pada sistem operasi penting, sistem finansial, dan browser web. Karena itu, bank dan pemerintah diberi akses lebih dulu untuk menguji sekaligus memperkuat sistem keamanan mereka sebelum model tersebut dirilis secara lebih luas.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































