10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi, Ada DKI-Jawa Barat

3 hours ago 2

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia

07 May 2026 12:15

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Februari 2026 sebesar 4,68%, relatif lebih rendah dibanding tahun lalu.

Data yang berasal dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) untuk periode Februari 2026 tersebut menegaskan masih adanya ketimpangan pasar tenaga kerja antarwilayah.

Sejumlah provinsi mencatat tingkat pengangguran jauh di atas rata-rata nasional, sementara sebagian daerah lain justru memiliki tingkat pengangguran rendah.

Papua hingga DKI Jadi Wilayah dengan Pengangguran Tertinggi

Papua menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia dengan angka mencapai 7,02%. Posisi berikutnya ditempati Kepulauan Riau sebesar 6,87% dan Jawa Barat 6,64%.

Provinsi-provinsi di Pulau Jawa seperti Banten dan DKI Jakarta juga masuk ke dalam daftar 10 provinsi dengan TPT tertinggii di Indonesia.

Tingginya TPT wilayah tersebut diakibatkan oleh tingginya arus urbanisasi, ketidaksesuaian keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan industri, serta lonjakan angkatan kerja baru yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan formal.

Sementara di wilayah timur seperti Papua dan Papua Barat Daya, tingginya pengangguran lebih dipengaruhi keterbatasan lapangan kerja formal dan ketimpangan pembangunan ekonomi.

Bali hingga Papua Pegunungan Catat Pengangguran Terendah

Di sisi lain, Bali menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran terendah secara nasional, yakni hanya 1,59%. Namun, rendahnya tingkat pengangguran di Bali tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar kerja yang ideal.

Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menjelaskan, penurunan jumlah angkatan kerja di Bali terjadi karena sebagian penduduk usia kerja beralih ke kategori bukan angkatan kerja (BAK) dengan peningkatan hingga 105,10 ribu orang.

Berdasarkan Sakernas Februari 2026, komposisi BAK di Bali terdiri dari:

  • Penduduk usia kerja yang masih sekolah: 0,34 juta orang

  • Mengurus rumah tangga: 0,44 juta orang

  • Kategori lainnya: 0,12 juta orang

Peningkatan BAK tersebut ikut menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) karena sebagian penduduk usia kerja tidak lagi tercatat sebagai pencari kerja aktif.

Selain itu, sektor pertanian menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja tertinggi di Bali sebesar 18,99%. Berbeda dengan provinsi industri yang rentan PHK, wilayah berbasis pertanian cenderung memiliki pasar kerja lebih fleksibel sehingga tingkat penganggurannya cenderung lebih rendah.

Di bawah Bali, Papua Pegunungan berada di posisi kedua dengan 1,70%, diikuti Sulawesi Barat sebesar 2,93% dan Sulawesi Tengah 2,95%.

(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |