Menhan Tunggu Keputusan Kemlu soal Iuran Dewan Perdamaian Bentukan Trump

1 week ago 9

Jakarta -

Indonesia memutuskan bergabung dengan Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin masih menunggu keputusan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terkait iuran yang harus disetorkan sebagai bagian dari Dewan tersebut.

"Ya, kalau dari Kementerian Pertahanan, kita menunggu keputusan dari Menteri Luar Negeri tentang iuran-iuran itu," kata Sjafrie di gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

Sjafrie mengatakan Indonesia mengutamakan untuk mengirimkan pasukan dalam badan tersebut. Menurut dia, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah menyiapkan pasukannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi yang pasti bahwa pelibatan ini adalah self-funded, di mana kita mengutamakan kemampuan yang ada untuk kita siapkan pasukan kita, dan saya kira Panglima (TNI) sudah mempersiapkan satu brigade dan kita akan kirim per batalion dan sebelumnya kita kirim 50 orang untuk tim edukasi," ucapnya.

Sebelumnya, Menlu Sugiono mengtakan Indonesia menjadi salah satu 'founding members' dari sejumlah negara pendiri lain di Dewan Perdamaian (Board of Peace) inisiasi Trump. Posisi itu ditandai dengan penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian atau Board of Peace Charter oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sugiono menerangkan founding members BoP itu terdiri atas 20 negara. Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang hadir langsung untuk meneken Piagam Dewan Perdamaian di Davos, Swiss.

"Ada Vietnam, Vietnam ikut (Dewan Perdamaian) tapi nggak ikut (teken piagam). Jadi kita itu sebagai founding members, yang kemarin 20 tanda tangan itu founding members," kata Sugiono, seperti dikutip YouTube Setpres RI, Jumat (23/1).

Dia mengatakan ada 60 negara yang diundang Trump untuk bergabung badan yang dibentuknya itu. Namun, dari daftar tersebut, disebutkan hanya 20 negara yang menyatakan bergabung sejak awal pendirian.

"Dari informasi yang saya dapat ada 60 undangan yang disampaikan oleh Presiden Trump tapi tidak diberi detail siapa-siapa saja dan dari 60 tersebut yang 20 (negara) kemarin yang sebagai early responder yang dianggap sebagai founding members," kata Sugiono.

Dia mengatakan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian itu untuk mengawal kemerdekaan Palestina. Dia mengatakan RI ingin perdamaian segera terwujud di Gaza.

"Partisipasi Indonesia seperti kita ketahui bersama di Board of Peace ini, merupakan wujud dari langkah strategis konstruktif dan juga konkret dalam rangka mendukung kemerdekaan Palestina dan juga dalam waktu yang dekat ini menyelesaikan konflik yang terjadi di Gaza," kata Sugiono.

(amw/fas)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |