Tangerang Selatan - Warga Ciputat Timur, Tangerang Selatan, belakangan dihebohkan oleh unggahan viral soal sosok 'pocong' berkeliaran. Sosok putih yang ternyata pengamen cosplay itu disebut merupakan modus kriminal.
detikcom menelusuri beberapa lokasi yang disebutkan sempat menjadi lokasi penampakan 'pocong' itu, Jumat (22/6/2026) sore. Salah satunya, di Jalan Elpiji Raya hingga ke arah Jalan Haji Gadung Raya, Pondok Ranji, Ciputat Timur.
Dari beberapa footage yang diunggah di media sosial, lokasi kemunculan 'pocong' ini ada di sebuah gang. Kondisi jalan di gang tak terlalu lebar dan warga cukup ramai pada sore hari.
Tak jauh dari gang ini, ada Kompleks Pertamina, yang juga diviralkan menjadi lokasi kemunculan 'pocong'. Di kompleks ini, tepatnya di Jalan Yaktapena Raya, banyak pedagang makanan berjualan di pinggir jalan.
Dari penelusuran detikcom di sepanjang jalan, tidak ditemukan adanya sosok 'pocong'. detikcom bertemu dengan sejumlah pengamen jalanan, tetapi tidak ada yang berkostum 'pocong'.
Ini adalah Jalan Yaktapena Raya di Kompleks Pertamina, yang juga viral diisukan muncul 'pocong'. (Adrial Akbar/detikcom)
Isu kemunculan 'pocong' di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, viral beberapa hari ini. Beberapa warganet mengaku pernah melihat 'pocong' di Jalan Haji Gadung Raya, bahkan sampai bergerombol 2 sampai 3 'pocong'.
Ada juga yang mengaku melihat 'pocong' di dekat kosnya di wilayah Ciputat Timur, tepatnya dekat Komplek Pertamina. Kabar yang tersebar di Thread ini membuat resah warga.
Cerita tersebut menyebar luas dengan cepat. Polisi yang mendapatkan informasi mengenai kemunculan 'pocong' ini bergerak mengecek ke lokasi yang dimaksud.
"Kami sudah turun dan menemui beberapa masyarakat di sekitar lokasi, isu pocong itu tidak ada," kata Bambang, saat dihubungi detikcom, Kamis (21/5).
Bambang memastikan tidak ada pocong atau sosok hantu di wilayah tersebut. Hasil penelusuran polisi, 'pocong' itu adalah pengamen yang sedang cosplay.
"Jadi tidak ada pocong, yang ada adalah pengamen yang cosplay jadi pocong," katanya.
Bambang menambahkan pihaknya juga akan meminta klarifikasi kepada pemilik akun yang pertama kali menyebarkan isu tersebut. Ia mengimbau agar masyarakat menyaring informasi sebelum menyebarluaskan di media sosial.
"Cek dulu kebenarannya sebelum menyebar isu," tuturnya.
Bambang mengatakan isu tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan kekhawatiran di masyarakat. Ia juga berharap agar masyarakat tidak mudah termakan isu yang belum jelas kebenarannya.
(ial/mea)

















































