Jakarta -
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai 97 persen. Pemerintah kini mengalihkan fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur permanen di wilayah terdampak.
Hal itu disampaikan Tito seusai rapat Tim Pengarah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) Pascabencana Sumatera yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
"Huntara 97 persen sudah dibangun. Dari hasil pengecekan terakhir dan rapat dengan para kepala daerah, hampir tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian," kata Tito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tito, kondisi pengungsian di Sumatera Barat bahkan telah lama berakhir. Sementara itu, di Sumatera Utara sempat muncul kembali tenda pengungsian akibat banjir susulan di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, tapi kondisi tersebut kini telah ditangani.
Di Aceh, sejumlah daerah yang sebelumnya masih memiliki pengungsi juga dilaporkan sudah tidak lagi menggunakan tenda darurat. Tito menyebut laporan dari pemerintah daerah menunjukkan warga terdampak kini telah menempati hunian sementara yang disiapkan pemerintah.
"Laporan dari para bupati, terutama Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang menyatakan tidak ada lagi yang tinggal di tenda," ujarnya.
Tito mengatakan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah. Salah satunya adalah pembangunan dan perbaikan infrastruktur permanen yang rusak akibat bencana, seperti jalan dan jembatan daerah.
Ia menuturkan sebagian jalan dan jembatan nasional saat ini sudah kembali berfungsi 100 persen. Namun sejumlah jalan provinsi dan kabupaten masih memerlukan perbaikan karena mengalami kerusakan berat atau kembali terdampak hujan dan banjir.
"Prioritas kita ke depan yang paling utama adalah infrastruktur, mempermanenkan jalan dan jembatan daerah yang belum tersentuh. Itu yang harus segera dikerjakan," jelas Tito.
Selain hunian sementara, pemerintah juga mencatat pemulihan layanan dasar terus berjalan. Rumah sakit dan puskesmas di tiga provinsi terdampak telah kembali beroperasi, sementara ribuan sekolah yang sempat terdampak bencana juga mulai dipulihkan.
Pemerintah saat ini tengah menggenjot program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dengan dukungan anggaran Rp 100,1 triliun hingga 2028. Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat pemulihan sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perumahan, hingga ekonomi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Simak juga Video 'Pemulihan Pascabencana Sumatera Sudah Mau Rampung':
(bel/ygs)

















































