Jakarta -
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menghadiri Silaturahmi Idulfitri di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang diselenggarakan di Sasana Handrawina, kemarin. Acara ini sekaligus menjadi penguatan upaya bersama dalam pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kawasan cagar budaya Keraton sebagai warisan budaya nasional.
Dalam sambutannya, Fadli menyampaikan ucapan selamat hari raya Idulfitri kepada keluarga besar Keraton dan tamu undangan. Ia menegaskan tradisi silaturahmi merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang mencerminkan nilai kebersamaan, saling memaafkan, serta mempererat harmoni sosial di tengah masyarakat.
Fadli menekankan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki posisi penting sebagai pusat kebudayaan Jawa yang menyimpan nilai sejarah, tradisi, dan peradaban yang panjang. Ia menyampaikan pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan terus mendorong upaya revitalisasi keraton, museum, dan kawasan budaya secara bertahap dan berkelanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mencakup penguatan narasi sejarah, pengelolaan yang profesional, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pengalaman publik. Dengan pendekatan tersebut, Keraton diharapkan dapat berkembang sebagai destinasi unggulan yang mengintegrasikan wisata budaya, sejarah, religi, dan edukasi.
"Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu pusat peradaban budaya Jawa yang memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi budaya kelas dunia. Melalui revitalisasi yang terencana dan kolaboratif, kita ingin menghadirkan kawasan budaya yang hidup, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujar Fadli dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Ia juga mengingatkan status Keraton sebagai kawasan cagar budaya peringkat nasional menuntut tanggung jawab bersama dalam menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Hal ini sebagaimana amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Fadli juga meninjau sejumlah kawasan di lingkungan Keraton, di antaranya Siti Hinggil dan Museum Keraton. Kunjungan ini bertujuan melihat langsung kondisi bangunan serta potensi pengembangan kawasan sebagai destinasi budaya.
Ia juga meninjau kawasan Keraton Kilen yang direncanakan akan direvitalisasi. Peninjauan ini menjadi bagian awal dari proses perencanaan revitalisasi yang mencakup kajian teknis, pemetaan, serta pengembangan konsep pemanfaatan kawasan.
"Keraton Kilen ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Kita akan lakukan proses kajian, perencanaan, dan pemetaan secara menyeluruh, dengan target pelaksanaan dimulai tahun ini. Ke depan, kawasan ini akan dikembangkan sebagai bagian dari museum terbuka yang dapat diakses publik," paparnya.
Fadli berharap Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dapat berkembang sebagai ikon budaya Indonesia yang berperan aktif di tingkat nasional maupun global, sejalan dengan amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan di tengah peradaban dunia.
Pada kesempatan yang sama, Panembahan Tedjowulan selaku pelaksana pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kawasan cagar budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, menyampaikan Idulfitri menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan di lingkungan Keraton. Ia pun mengajak seluruh keluarga besar Keraton untuk mengedepankan kepentingan bersama demi kemajuan dan kelestarian Keraton.
Panembahan Tedjowulan juga mengapresiasi tas kehadiran Fadli beserta jajaran, serta dukungan pemerintah dalam upaya pelestarian Keraton. Ia menegaskan rencana revitalisasi kawasan Keraton akan dilaksanakan secara bertahap, berkelanjutan, dan memerlukan sinergi berbagai pihak.
"Idulfitri menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali rukun, memperkuat kebersamaan, serta mengedepankan kepentingan Keraton di atas kepentingan pribadi maupun golongan, demi keberlangsungan dan kemajuan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," ungkapnya.
Simak juga Video: Menbud Sebut Sudah Undang Pihak Keraton Solo yang Berselisih, Tapi...
(anl/ega)


















































