Menakar Potensi Fusi Dua Partai di Tubuh KIM Plus

6 hours ago 4

Jakarta -

Belakangan muncul diskursus soal wacana penggabungan dua partai politik besar di Indonesia. Menanggapi hal ini, Saan Mustopa, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, menyebut wacana seperti ini umum terjadi di Indonesia. NasDem, sebagai salah satu partai yang disebut akan melakukan fusi tersebut, belakangan membantah wacana ini.

Dirangkum dari detikcom, wacana ini diduga mencuat berdekatan dengan agenda pertemuan di antara pembesar kedua partai tersebut, yaitu Surya Paloh dan Prabowo Subianto. Meski Saan mengamini adanya pertemuan kedua tokoh tersebut, Saan tidak mengetahui secara pasti apa pokok-pokok perihal yang didiskusikan.

"Saya tidak tahu persis ya terkait dengan soal pertemuan, apalagi terkait dengan soal substansi dari pertemuan tersebut apa saja yang dibicarakan. Kalau soal pertemuan di antara ketua umum ya, Pak Surya dengan Presiden Pak Prabowo, mungkin saja itu ada karena memang NasDem bagian dari partai koalisi. Partai ini kan bagian dari koalisi pemerintahan," kata Saan Mustopa dikutip dari detikNews, Senin (13/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal wacana penggabungan, Saan Mustopa menjelaskan lebih lanjut, hal tersebut harus dibekali dengan sejumlah pertimbangan. Saan mengatakan setidaknya ada tiga hal yang perlu dibahas, yaitu ideologi, eksistensi, serta identitas masing-masing partai.

"Karena membangun atau mendirikan partai itu para pendiri partai masing-masing tentu punya idealisme punya ide punya gagasan ideologi dalam konteks yang berbeda-beda. Nah, ketika misalnya rencana atau ada wacana terkait dengan fusi, faktor itu juga kan perlu harus kita pertimbangkan, ideologi, identitas, eksistensi masing-masing partai," kata Saan.

Lalu spekulasi apa yang bisa ditarik dari wacana ini? Apa saja alasan umum yang digunakan untuk memutuskan bergabung atau melebur dengan partai lain? Simak diskusinya bersama pakar politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno.

Membahas peristiwa yang terjadi di daerah, detikSore akan mengulas lebih dalam soal praktik siber ilegal yang dilakukan sejumlah WNA di Jawa Barat. Mengutip detikJabar, Petugas Imigrasi Kelas 1 Non TPI Sukabumi. menggerebek penginapan Grand Desa Resort kawasan Cimaja, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang digunakan sebagai tempat kegiatan ilegal tersebut.

Praktik kriminal apa yang dilakukan oleh kelompok WNA ini? Simak laporan langsung Jurnalis detikJabar selengkapnya.

Pernahkah detikers terpikir curhatan yang diutarakan bisa berubah menjadi puisi? Hal inilah yang dilakukan oleh Puisi On The Spot, layanan pembuatan puisi secara langsung berdasarkan kisah, perasaan, atau curhatan pengunjung yang menggunakan mesin tik manual untuk memberikan nuansa autentik.

Konsep unik dibuat untuk menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap puisi dengan cara yang lebih dekat dan personal. Menariknya, pengunjung tidak diberi patokan harga dan membayar seikhlasnya.

Dalam proses membuat puisi, Founder Puisi On The Spot, Hamzah Muhammad menekankan pentingnya empati dibanding ego penulis, karena bagi sebagian orang, puisi bukan soal estetika semata, melainkan cara sederhana untuk menenangkan hati dan merasa dimengerti.

Lalu, bagaimana proses kreatif Hamzah dalam membuat puisi? Apakah di zaman sekarang puisi masih punya ruang untuk didengar? Temukan jawaban selengkapnya hanya di segmen Sunsetalk.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |