Megawati Surati Mojtaba Khamenei Usai Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Isinya

13 hours ago 5

Jakarta -

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengirimkan pesan melalui surat kepada Mojtaba Khamenei usai menjadi pimpinan tertinggi Iran. Dalam pesannya yang dikirim melalui Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia beberapa waktu lalu, Megawati berbicara soal bangsa yang berdaulat.

Adapun ucapan selamat Megawati disampaikan melalui Dubes Iran pada Selasa (10/3/2026). Saat itu Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyambangi rumah Ketua Umum PDIP tersebut di Menteng, Jakarta Pusat.

"Pemilihan ini berlangsung di tengah berbagai tantangan dan situasi yang tidak sepenuhnya kondusif, namun Yang Mulia telah mampu mendapatkan kepercayaan besar dari para ulama dan rakyat Iran. Pemilihan ini menjadi saksi nyata atas kepemimpinan, kecakapan, kedalaman ilmu, dan keteguhan Yang Mulia sehingga mampu menembus sekat-sekat perbedaan dan menyatukan kepemimpinan Iran," kata Megawati dalam suratnya, dilihat detikcom Minggu (15/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Megawati lantas menyinggung pesan sang ayah, Presiden pertama RI Bung Karno, atas pentingnya persatuan nasional hingga mempertahankan kedaulatan bangsa. Bung Karno, ditegaskan Megawati, menentang segala bentuk imperialisme dan kolonialisme.

"Bung Karno, Proklamator, Bapak Bangsa Indonesia, Presiden Pertama Republik Indonesia, yang juga merupakan ayahanda saya, selalu menekankan pentingnya persatuan nasional, kemandirian bangsa, dan kokoh di dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Bung Karno dalam seluruh sejarah perjuangannya terus menghimpun persaudaraan bangsa-bangsa Asia, Afrika, dan Amerika Latin guna membangun tata dunia baru dengan membebaskan diri terhadap segala bentuk imperialisme dan kolonialisme," ujar Megawati.

"Perjuangan tersebut dibangun melalui Konferensi Asia Afrika tahun 1955, Gerakan Non-Blok tahun 1961, Konferensi Anti Pangkalan Militer Asing tahun 1965, dan Conference of the New Emerging Forces (CONEFO) tahun 1965," tambahnya.

Pesan Megawati ke pimpinan tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.Pesan Megawati ke pimpinan tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Foto: Istimewa

Megawati menilai pemikiran geopolitik Bung Karno merupakan upaya mewujudkan kesetaraan, keadilan, dan disertai visi yang kuat bagi perdamaian dunia. Dalam pesannya, Mega mengungkit karakter dan semangat juang bangsa Iran hingga saat ini.

"Saya berpandangan bahwa rekam jejak sejarah peradaban bangsa Iran yang begitu panjang telah membentuk karakter dan semangat juang yang luar biasa. Bahkan di tengah berbagai tekanan dan sanksi ekonomi yang berlangsung begitu lama, bangsa Iran mampu hadir sebagai bangsa yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, atau yang dikenal dengan Trisakti Bung Karno," kata Megawati.

Ia berpandangan kepemimpinan Mojtaba sejalan dengan para pemimpin revolusi Republik Islam Iran terdahulu. Menurutnya perjuangan menegakkan keadilan hingga menolak tunduk pada kekuatan neo-imperialisme juga menjadi bagian dari kepemimpinan Bung Karno.

"Saya berkeyakinan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Yang Mulia dapat melanjutkan jejak para pemimpin revolusi Republik Islam Iran terdahulu yang memiliki pandangan yang sama dengan pemikiran Bung Karno, khususnya di dalam perjuangan menegakkan keadilan global," kata Megawati.

"Sebagai bangsa, kami meyakini bahwa dunia sejatinya harus dibangun di atas prinsip hidup bersama secara damai (peaceful co-existence), kesetaraan, keadilan, serta kemanusiaan tanpa sekat. Prinsip ini merupakan cerminan dari falsafah dan ideologi bangsa kami, Pancasila, serta termaktub dalam konstitusi kami," sambungnya.

Dalam pesannya Megawati juga berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mampu memainkan peran aktif dalam konflik di Timur Tengah tersebut. Ia ingin PBB mengambil peran sentral menghentikan segala bentuk invasi sepihak.

"Bung Karno juga menegaskan pentingnya revitalisasi PBB agar bisa menjadi lembaga dunia yang berwibawa, mampu menegakkan keadilan, serta menjadi wadah yang setara bagi negara-negara di dunia. Oleh karenanya dengan semangat itu, saya berharap PBB hari ini dapat benar-benar memainkan peranan aktifnya untuk menjunjung tinggi harkat kemanusiaan dengan menghentikan segala bentuk invasi sepihak, menghargai kedaulatan negara-negara merdeka, serta menyelesaikan konflik melalui mekanisme dialog yang konstruktif," kata Megawati.

Dalam penutup suratnya, Megawati menyampaikan ucapan selamat atas amanah yang diberikan ke Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai pimpinan tertinggi. Megawati menyampaikan doa kepemimpinan tersebut mampu menuntun Iran menjadi bangsa yang bermartabat dan keluar dari krisis.

"Sekali lagi selamat mengemban jabatan sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Yang Mulia Ayatollah Mojtaba Khamenei. Kepercayaan telah diberikan dan tantangan besar telah menanti. Selanjutnya perkenankanlah saya menyampaikan doa yang tulus agar Yang Mulia senantiasa memperoleh kekuatan, kebijaksanaan, dan bimbingan Ilahi untuk membawa Iran keluar dari krisis, menuntun bangsa Iran menuju kemajuan yang berkeadilan dan bermartabat, serta membangun dunia yang lebih damai dan konstruktif bagi seluruh umat manusia," imbuhnya.

(dwr/idh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |