Mau Lepas Bisnis SPBU di RI, Begini Gurita Bisnis SPBU Shell di Dunia

2 hours ago 4

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

21 August 2026 15:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Shell akan melepas bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di RI. Ini telah diumumkan sejak tahun lalu dan kemudian dipertegas dengan pengumuman dari Sefas Group baru-baru ini yang menyatakan bahwa Sefas Group akan mengakuisisi 100% bisnis SPBU Shell di Indonesia. 

Proses transaksi akuisisi bisnis SPBU Shell ini ditargetkan tuntas pada tahun ini. Namun, merek Shell tetap dipertahankan melalui perjanjian lisensi setelah transaksi memperoleh persetujuan regulator.

Sefas Group bisa dikatakan bukan kawan baru Shell di Indonesia. Bahkan, Sefas Group sudah bermitra dengan Shell sejak 1997 dan kini merupakan distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia.

Suasana salah satu SPBU Shell di Jakarta, Senin (1/12/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Suasana salah satu SPBU Shell di Jakarta, Senin (1/12/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Suasana salah satu SPBU Shell di Jakarta, Senin (1/12/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

"Sefas merupakan mitra yang telah lama bekerja sama dengan Shell di Indonesia dan memiliki pemahaman mendalam mengenai pasar lokal, kebutuhan pelanggan, serta jaringan yang telah terbangun kuat untuk mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya," tutur Presiden Direktur Shell Indonesia Andri Pratiwa, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).

Lantas, seperti apa sebenarnya bisnis SPBU Shell di Indonesia dan dunia? 

Sebagai gambaran, Shell mengoperasikan puluhan ribu lokasi mobilitas di berbagai belahan dunia. Berdasarkan direktori publik Shell Station Locator yang dikumpulkan pada 21 Agustus 2026, terdapat 40.473 lokasi di 64 negara dan pasar.

Jumlah tersebut belum menggambarkan seluruh jaringan global Shell. Pasalnya, sejumlah negara yang mempunyai SPBU Shell, seperti China, Serbia, Ghana, Albania dan Sri Lanka, tidak tercantum dalam direktori utama.

Setelah data locator digabungkan dengan laporan Shell, pemegang lisensi merek dan operator nasional, teridentifikasi sedikitnya 42.321 lokasi di 78 negara atau pasar. Amerika Serikat menjadi pasar terbesar dengan 12.499 lokasi, disusul Brazil sebanyak 6.407 lokasi dan Jerman 1.893 lokasi.

China mempunyai lebih dari 1.700 SPBU berdasarkan informasi Shell China. Namun, negara tersebut tidak muncul dalam Shell Station Locator global.

Sementara di Indonesia itu sendiri, total fasilitas SPBU Shell yang tercatat dan tersebar di seluruh penjuru negeri berjumlah 201 lokasi SPBU.

Angka kompilasi tersebut berbeda dengan jumlah resmi dalam Shell Annual Report 2025. Perusahaan melaporkan 42.724 Shell-branded mobility locations di lebih dari 80 pasar pada akhir 2025. Angka itu mencakup lokasi milik langsung, joint venture, dealer dan jaringan melalui lisensi merek. Lokasi yang telah tutup lebih dari enam bulan dikeluarkan dari perhitungan.

Adapun angka 44.109 lokasi merupakan posisi akhir 2024. Sepanjang 2025, jumlah jaringan berkurang 1.385 lokasi akibat penjualan, penutupan dan penataan portofolio.

Perbedaan angka juga terjadi karena Shell Station Locator dapat mencakup SPBU serta lokasi energi lain, sedangkan beberapa pasar memakai locator lokal yang tidak tersambung dengan direktori global.

Tabel berikut diurutkan berdasarkan jumlah lokasi terbesar. Untuk angka berbentuk batas bawah seperti China, Guyana dan Suriname, penempatannya menggunakan jumlah minimum yang berhasil dikonfirmasi.

Laba Shell Melonjak Tiga Kali Lipat

Kinerja global Shell turut meningkat pada kuartal II-2026. Pendapatan naik 44,7% secara tahunan menjadi US$94,66 miliar. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham Shell melesat 200,5% menjadi US$10,82 miliar.

Free cash flow melonjak 168,3% menjadi US$17,52 miliar. Pada saat bersamaan, belanja modal kas turun 27,2% menjadi US$4,24 miliar.

Total aset Shell tercatat US$380,51 miliar per Juni 2026. Total utang berbunga turun menjadi US$73,08 miliar, sedangkan kas dan setara kas mencapai US$31,37 miliar.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |