Bos LPS Ingatkan 'Normal tapi Waspada', Rating RI Jadi Sorotan

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memantau perkembangan gejolak yang terjadi di pasar keuangan akibat geopolitik global.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, meskipun penilaian dari tim Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan kondisi ekonomi dan keuangan Indonesia saat ini dianggap normal, namun tetap harus waspada.

"Meskipun demikian forward looking-nya atau ke depan kita harus waspada. Jadi normal dan waspada. Itu adalah terminologi di dalam sektor keuangan yang setiap pertemuan tiga bulan sekali kami menyampaikan kepada publik kondisinya sampai hari ini normal, tapi untuk yang ke depan waspada," ujarnya dalam acara Economic Briefing 2026 di Patra Jasa Office Tower, Kamis (23/4/2026).

Anggito mengaku, kewaspadaan harus tetap dilakukan mengingat sejumlah lembaga rating turut memantau perkembangan ekonomi RI

"Karena kita akan menghadapi berbagai macam event-event penting, baik itu peringkat lembaga-lembaga, review dari lembaga-lembaga peringkat yang sudah dilakukan oleh Moody's sama Fitch, yang ke depan oleh S&P dan beberapa lembaga rating yang lain," sebutnya.

Meskipun demikian, lembaga institusi negara perlu berkomunikasi aktif dalam menyampaikan kondisi ekonomi terkini untuk menjaga peringkat investasi RI agar aliran dana investasi masuk dapat terjadi.

"Kita harus menyampaikan komunikasi yang baik kepada para lembaga rating supaya rating kita sebagai investment grade ataupun lembaga atau negara yang memiliki peringkat investasi ini bisa dipertahankan," ucapnya.

Kendati, lanjut Anggito bahwa kondisi ketidakpastian masih membayangi. Hal ini seiring dengan tensi geopolitik yang berubah-ubah. 

"Kita harus terus siap baik dari sisi fiskal, moneter, sektor keuangan. Sampai hari ini kami bisa mengkonfirmasi bahwa kondisinya masih normal," lanjutnya.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |