Lansia di Ciwandan Beli Tiket Lebih Mahal, ASDP Minta Maaf dan Tindak Oknum

6 hours ago 5

Jakarta -

PT ASDP Indonesia Ferry merespons protes dari seorang lansia bernama Asrul (72) yang mengaku membeli tiket penyeberangan dengan harga hampir dua kali lipat di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten. ASDP menyampaikan permintaan maaf dan menindak petugas yang terlibat dalam kejadian tersebut.

GM ASDP Cabang Merak, Umar Imran Batubara, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/3) malam. Ia memastikan selisih harga tiket yang dibayarkan telah dikembalikan kepada pengguna jasa.

"PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami salah satu pengguna jasa di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, terkait perbedaan harga tiket penyeberangan yang sempat terjadi pada Minggu (15/3) malam," katanya, Senin (16/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Umar menjelaskan, pemudik tersebut awalnya belum memiliki tiket yang seharusnya dibeli melalui kanal resmi. Ia kemudian meminta bantuan kepada petugas loket layanan check-in.

"Dalam proses tersebut, petugas membantu pembelian tiket melalui agen dengan nominal pembayaran sebesar Rp80.000," katanya.

Setelah kendaraan pengguna jasa berada di area parkir siap muat, yang bersangkutan mempertanyakan nominal tersebut karena pada tiket tercantum harga Rp45.000.

Petugas ASDP di lapangan kemudian melakukan klarifikasi dan penelusuran. Hasilnya ditemukan adanya selisih harga pada transaksi tersebut.

"Selisih tersebut telah dikembalikan sepenuhnya kepada pengguna jasa, sementara tiket yang dimiliki tetap dinyatakan berlaku untuk perjalanan," ucapnya.

ASDP juga menindak petugas yang terlibat dalam kejadian tersebut.

"Sebagai tindak lanjut, petugas yang terlibat telah dinonaktifkan dari tugas pelayanan, dan pihak penyedia jasa tenaga kerja (PJTK) telah diberikan surat teguran resmi," ujarnya.

"Selanjutnya, yang bersangkutan akan dimintai keterangan lebih lanjut oleh KSKP Pelabuhan Ciwandan untuk proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Umar menegaskan komitmen ASDP untuk menjaga integritas layanan serta memperkuat pengawasan di seluruh titik operasional agar setiap pengguna jasa mendapatkan pelayanan yang adil, transparan, dan nyaman.

Ia juga mengimbau masyarakat membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi atau kanal resmi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan agar proses perjalanan lebih tertib dan lancar.

Sebelumnya, Asrul yang tinggal di Bekasi, Jawa Barat, sempat memprotes harga tiket di Pelabuhan Ciwandan karena dinilai lebih mahal hampir dua kali lipat.

Asrul yang hendak mudik ke Padang, Sumatera Barat, awalnya datang ke Pelabuhan Merak. Namun ia diarahkan menuju Pelabuhan Ciwandan karena menggunakan sepeda motor.

Ia tiba di Pelabuhan Ciwandan pada Minggu (16/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu ia belum memiliki tiket online yang seharusnya disiapkan sebelumnya.

"Pas di pintu (loket tiket) ditanya, 'Pak, HP bapak mana?' 'Enggak punya,' saya bilang. Dibantuin sama dia," kata Asrul.

Ia kemudian diminta membayar tiket sebesar Rp80.000. Namun ia merasa janggal karena harga yang tercantum di tiket hanya Rp45 ribu.

"Rp80 ribu kata dia. Pas saya lihat (tiketnya) kok Rp45 ribu, padahal dia petugas," ujarnya.

(aik/yld)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |