Ketua Komisi VII DPR Ragu Usulan Menpar Tambah Anggaran Rp 1,99 T Disetujui

7 hours ago 2

Jakarta -

Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay mengkritisi usulan tambahan anggaran Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana sebesar Rp 1,99 triliun. Saleh pesimistis usulan tambahan anggaran itu disetujui.

"Memang harapan kami bahwa kenaikan anggaran itu ada pada tahun ini kelihatannya ini agak berat ini, di awal ini aja saya lihat sudah ada penurunan anggaran hampir Rp 420 miliar, ini agak besar menurut hitungan kami," kata Saleh saat rapat kerja dengan Menpar Widiyanti di Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Dia mengatakan perlu ada siasat yang dilakukan agar usulan tambahan anggaran Menpar disetujui. Dia justru menyoroti kesungguhan jajaran Kemenpar lantaran membuat anggarannya turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga ini harus ada siasat dari kita bagaimana supaya itu bisa dikembalikan atau malah justru dinaikkan. Kalau kemarin kita Rp 1,4 T, misalnya sekarang Rp 1,6 T, malah Rp 1,7 T, tetapi kalau dengan ini kelihatan ini di tingkat internal Kemenpar belum sungguh-sungguh untuk mendorong anggaran itu naik, jadi malah justru turun. Berarti tak ada pengawasan bagaimana supaya ada dorongan itu naik," ucap Saleh.

Lebih lanjut, Waketum PAN ini mengaku sebetulnya setuju dengan usul Menpar untuk menambah anggaran Rp 1,99 triliun. Hanya, dia ragu hal itu bisa disetujui.

"Kalau Rp 1,99 triliun rasa-rasanya nggak mungkin terwujud ya, kalau mungkin antara Rp 500 hingga 600 miliar masih masuk akal di tengah penambahan anggaran di kementerian/lembaga lainnya," ujar dia.

Saleh pun menyatakan tetap mendukung langkah Widiyanti. Ia menyinggung ada anggapan di publik bahwa dia tak menyukai Widiyanti.

"Harapan saya ibu menteri berhasil, ibu harus tetap semangat, kalau nggak semangat bagaimana, kelihatannya kalau dengan anggaran ini tidak semangat, harus tetap semangat agar orang tidak salah tafsir, jangan dikira orang saya nggak suka sama Ibu Menpar, ibu harus banyak senyum, banyak gembira, senang, happy, supaya orang nggak salah tafsir ini," tutur dia.

(maa/fca)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |