Kereta Listrik BEMU Bakal Beroperasi ke Bandung, Ini Rute-Jadwalnya

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menghadirkan kereta api berbasis baterai atau Battery Electric Multiple Unit (BEMU) di Indonesia mulai tahun depan. Jalur Padalarang-Cicalengka di Bandung Raya dipilih menjadi rute pertama yang akan menggunakan teknologi kereta listrik tanpa kabel listrik aliran atas (LAA) tersebut.

Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa mengatakan, perkembangan teknologi kendaraan listrik dan baterai saat ini membuka peluang baru bagi industri perkeretaapian nasional.

"Nah kita saat ini melihat perkembangan dari elektrik vehicle atau baterai, kita juga melihat bahwa baterai itu juga bisa dipakai di kereta api. Nah challenge-nya kita sekarang adalah tadi kita sudah punya beberapa sarana, diesel, elektromotor unit yang perlu diganti. Kemudian elektrifikasi kita juga sangat rendah, cuma 10%," kata Gede dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Menurut dia, tingkat elektrifikasi jalur kereta api di Indonesia masih sangat terbatas. Dari total jaringan rel yang mencapai lebih dari 6.000 kilometer, hanya sekitar 600 kilometer yang telah menggunakan sistem elektrifikasi.

"Dari 6.000 lebih kilometer, cuma 600 kilometer yang elektrifikasi, dan membiayai elektrifikasi itu mahal," ujarnya.

Selain membutuhkan investasi besar, sistem elektrifikasi konvensional juga dinilai memiliki tantangan operasional tersendiri.

"Kemudian potensi gangguan operasional elektrifikasi di Indonesia juga masih tinggi. Kalau kita ingin mengadopsi teknologi baru, tentunya kita ingin melihat bahwa baterai ini kemajuan teknologinya sudah sedemikian rupa, sehingga sudah mulai bisa diadopsi oleh kereta api, karena kapasitasnya yang besar. Demikian juga, bukan hanya kapasitas tapi berat baterai juga sedemikian rupa dan sudah semakin canggih, sekarang semakin ringan dan semakin fleksibel," jelasnya.

Karena itu, KAI berencana mulai mengadopsi kereta berbasis baterai untuk layanan komuter. Kajian dan penjajakan kerja sama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA telah dimulai tahun ini.

"Jadi kita di KAI bermaksud untuk mengadopsi baterai elektrikal multiple unit mulai tahun depan. Di mana kajiannya dan juga engaging and principle bersama dengan INKA juga mulai tahun ini," ungkap Gede.

Bandung Raya menjadi wilayah pertama yang akan merasakan teknologi baru tersebut. KAI memilih lintas Padalarang-Cicalengka sebagai proyek percontohan karena permintaan layanan komuter yang terus meningkat.

"Rencana kita pertama adalah, teknologi baru baterai ini akan kita coba di jalur Padalarang Cicalengka. Sebagaimana diketahui, sekarang commuter line di sini memakai diesel multiple unit dan minatnya itu semakin tinggi dari hari ke hari," katanya.

Dengan teknologi baterai, KAI tidak perlu menunggu pembangunan jaringan elektrifikasi yang memakan biaya besar untuk menghadirkan layanan kereta listrik di jalur tersebut.

"Jadi dengan adanya rencana baterai elektrikal multiple unit ini, kita bisa langsung membuat commuter line Padalarang Cicalengka tanpa menunggu elektrifikasi," lanjut dia.

Gede menjelaskan, kereta baterai yang direncanakan akan beroperasi di lintas sepanjang sekitar 42 kilometer tersebut memiliki kemampuan pengisian daya yang relatif cepat.

"Speknya adalah, ini akan menjadi sekitar 42 km, ngecasnya itu dengan teknologi sekarang cuma 15 menit sudah full cas, sehingga bisa langsung berjalan tanpa ada LAA," jelasnya.

KAI menargetkan proses pengadaan dimulai pada September 2026. Jika berjalan sesuai rencana, satu rangkaian kereta baterai pertama akan tiba pada kuartal II-2027.

"Rencana kami adalah mulai di September 2026 ini, sudah mulai ada procurement process, sehingga delivery satu train set itu di Q2-2027," kata Gede.

Menurutnya, apabila proyek percontohan di Bandung berhasil, teknologi kereta baterai berpotensi diterapkan di berbagai kota lain di Indonesia, yang saat ini belum memiliki jaringan elektrifikasi.

"Mudah-mudahan dengan adanya baterai ini, itu juga akan menjadi teknologi yang kita adopt di commuter line di kota-kota yang lain tanpa perlu elektrifikasi yang cukup mahal," ujarnya.

Adapun proyek BEMU di Bandung akan melayani koridor komuter Padalarang-Cicalengka dengan panjang lintas sekitar 42 kilometer. Jalur tersebut membentang dari Padalarang, Cimahi, Bandung, hingga Cicalengka, dengan sejumlah stasiun antara seperti Cimindi, Andir, Kiaracondong, Gedebage, Rancaekek, dan Haurpugur.

Skemanya, kereta akan menggunakan kombinasi operasi berbasis baterai dan dukungan elektrifikasi pada segmen tertentu. Pengisian daya direncanakan dilakukan di titik Padalarang, depo Bandung, dan Cicalengka dengan waktu pengisian penuh sekitar 10-15 menit.

KAI memperkirakan layanan ini dapat beroperasi dengan kecepatan hingga 120 km per jam dan headway sekitar 15-30 menit.

(dce/dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |