Kemendikdasmen Salurkan Rp 32,9 M buat Guru Terdampak Bencana Sumatera

1 week ago 8

Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan bantuan untuk guru yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera. Para guru juga mendapat kelonggaran beban mengajar karena situasi yang belum pulih.

"Demikian pula untuk penyaluran school kit dan bantuan voucher sebanyak 30 sekolah serta family kit sebanyak 500 guru. Penyaluran bantuan khusus bagi guru terdampak bencana 16.647 guru sebesar Rp 32,9 miliar. Aneka tunjangan guru di wilayah bencana tidak mempersyaratkan beban mengajar. Total dana tunjangan sebesar Rp 500,89 miliar dan sudah cair," ujar Wamendikdasmen Atip Latipulhayat dalam rapat satgas di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia melanjutkan bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP) sudah tersalur ke 29 ribu satuan pendidikan di kabupaten dan kota terdampak dengan nilai Rp 1,98 triliun. Atip menerangkan persyaratan penyaluran juga sudah diberikan fleksibilitas, termasuk penggunaannya sesuai kebutuhan sekolah.

"Rencana minggu ketiga Januari 2026 adalah pemberian bantuan ke Aceh dan Sumut berupa school kit sebanyak 5.510 paket," sambungnya.

Kemudian pihaknya akan melanjutkan verifikasi lapangan dan rencana revitalisasi untuk sekolah terdampak di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Selanjutnya mereka akan menyalurkan bantuan peralatan penunjang untuk sekolah.

"Kemudian penyaluran bantuan pemerintah berupa peralatan sekolah sebesar 60 miliar dan pengusulan bantuan darurat melalui ABT. Penyaluran buku teks pembelajaran sebanyak 27 ribu eksemplar di Sumatera Barat, 11 ribu eksemplar di Sumut, dan 55 ribu di Aceh. Dan pendampingan praktik baik dan model pembelajaran darurat bagi sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar," ucapnya.

"Secara umum kami sampaikan kembali bahwa pembelajaran sudah berjalan 100%, tinggal sarana fisiknya khususnya di yang termasuk kategori rusak berat yang relokasinya memerlukan keakurasi dari lokasi tanahnya," sambungnya.

Dia melanjutkan, Kemendikdasmen mencatat, jumlah sekolah yang terdampak bencana di tiga provinsi itu 4.859, dengan rincian yang terbesar di Aceh 3.773 sekolah, Sumatera Barat 527 sekolah, dan Sumatera Utara 1.259 sekolah. Meski begitu proses pembelajaran sudah berjalan.

"Namun alhamdulillah sampai saat ini untuk proses pembelajaran di ketiga provinsi tersebut sudah terlaksana 100% untuk proses pembelajarannya," kata dia.

Di sisi lain, dia menyebut sarana fisik sekolah masih perlu banyak perbaikan. Katanya perbaikan harus dilakukan secepatnya.

"Yang masih tersisa dan harus segera dilaksanakan adalah perbaikan sarana fisiknya. Dengan rinciannya untuk di Aceh yang sudah melakukan pembelajaran di sekolah asal itu 2.966. Artinya di sekolah tersebut hanya dilakukan pembersihan karena kondisinya tergolong rusak ringan. Sementara yang belajar di tenda dan kelas darurat sekitar 82 sekolah. Dan ini yang memerlukan dan akan dilakukan perbaikan secepatnya," ucapnya.

"Dan mudah-mudahan pada Februari ini sudah bisa diselesaikan untuk yang sekolah di tenda dan sekolah darurat. Nah, sedangkan yang statusnya menumpang di Provinsi Aceh sebanyak 25, dan ini perlu relokasi ke tempat yang betul-betul jauh dari wilayah bencana karena tidak mungkin dibangunkan di tempat asal," sambungnya.

(tsy/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |