Kemarin Saham Terbang 23,53%, BNBR Tiba-Tiba Ungkap Kabar Terbaru

12 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akhirnya buka suara terkait kabar keterlibatan anak usahanya, PT Bakrie Power, dalam proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Dalam surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 20 Juli 2026, perseroan membenarkan bahwa Bakrie Power melalui Consortium Mentari Citra Lestari telah ditetapkan sebagai mitra terpilih dalam pengembangan proyek PSEL Tahap II. Namun, penunjukan tersebut belum bersifat final karena masih harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan Danantara.

"PT Bakrie Power (Consortium Mentari Citra Lestari) sebagai mitra terpilih akan ditetapkan menjadi mitra usaha pengembangan dan pengelolaan PSEL setelah persyaratan dalam conditional letter of award dipenuhi sepenuhnya," tulis manajemen BNBR dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (20/7/2026).

Perseroan menjelaskan, status tersebut menjadi alasan BNBR belum menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik. Sebab, apabila persyaratan tidak terpenuhi, posisi Bakrie Power masih dapat digantikan oleh mitra cadangan sesuai mekanisme yang ditetapkan Danantara.

BNBR juga mengungkapkan alasan mengikuti tender proyek PSEL. Menurut perseroan, bisnis waste to energy merupakan salah satu peluang diversifikasi yang memiliki prospek jangka panjang, sejalan dengan tren global menuju transisi energi dan ekonomi sirkular. Selain itu, proyek tersebut dinilai masih berkaitan erat dengan pengalaman Bakrie Power dalam pembangunan pembangkit listrik untuk pasar business-to-business (B2B).

Dalam proyek ini, Bakrie Power tergabung dalam Consortium Mentari Citra Lestari bersama PT Acritas Karya Persada dan SUS Indonesia Holding Limited. Acritas disebut memiliki pengalaman membangun proyek sejenis di Surabaya, sementara SUS Indonesia akan berperan sebagai penyedia teknologi (technology provider) dengan pengalaman implementasi proyek serupa di berbagai negara.

Meski telah ditetapkan sebagai mitra terpilih, BNBR mengaku belum dapat mengungkapkan besaran investasi yang akan digelontorkan maupun apakah nilainya mencapai lebih dari 20% ekuitas perseroan. Pasalnya, proyek masih memasuki tahap studi kelayakan (feasibility study) yang akan mengevaluasi aspek teknis, komersial, dan finansial.

Perseroan juga belum bisa menyampaikan skema pembagian hasil dengan Danantara. Ketentuan tersebut baru akan dibahas dalam proses negosiasi Sponsor Agreement setelah studi kelayakan selesai dan para pihak menyepakati struktur investasi, alokasi risiko, serta mekanisme pembagian keuntungan.

Sementara itu, terkait prospek bisnis, BNBR menyatakan jadwal pembangunan, target operasi komersial (COD), hingga estimasi kontribusi proyek terhadap pendapatan maupun laba bersih Bakrie Power dan perseroan secara keseluruhan masih belum dapat ditentukan. Seluruhnya masih menunggu penyelesaian studi kelayakan, pembentukan perusahaan patungan (joint venture), serta pemenuhan persyaratan menuju Final Letter of Award.

Adapun BNBR pada perdagangan kemarin naik 23,53% ke level Rp105 dan dalam sebulan terakhir naik 26,86%. Akan tetapi sepanjang tahun berjalan BNBR tercatat masih terkoreksi 3,25%.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |