Kata Pakar, Alien Pantau Manusia Bumi-Pernah Kirim Sinyal Saat PD II

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Keberadaan makhluk luar angkasa hingga kini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Para ilmuwan di berbagai belahan dunia terus menelusuri kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi, meskipun belum ada bukti pasti yang bisa memastikan eksistensinya secara mutlak.

Di tengah pencarian tersebut, muncul dugaan bahwa jika peradaban lain memang ada, mereka kemungkinan sudah menyadari keberadaan manusia. Aktivitas manusia selama lebih dari satu abad terakhir dinilai telah meninggalkan jejak yang cukup jelas untuk dideteksi dari luar angkasa.

Laporan BBC menyebutkan manusia sejauh ini telah mengidentifikasi lebih dari 5.500 planet di galaksi yang sama dengan Bumi. Jumlah itu diyakini hanya sebagian kecil, karena astronom memperkirakan masih terdapat triliunan planet lain di luar Bima Sakti.

Walau penemuan planet terus bertambah, bukti konkret mengenai kehidupan cerdas di luar Bumi belum juga ditemukan. Para peneliti masih berupaya mencari tanda-tanda yang dapat mengonfirmasi adanya peradaban lain di alam semesta.

Untuk mencari keberadaan alien, para astronom menggunakan berbagai metode, mulai dari mendeteksi sinyal kimia di atmosfer hingga mencari sinyal teknologi seperti gelombang radio.

Jika alien di planet lain menggunakan metode yang sama dengan manusia di Bumi, seharusnya mereka sudah lama tahu bahwa ada kehidupan cerdas di Bumi.

Tanda-tanda kehidupan di Bumi sudah tersiar lama ke seluruh penjuru galaksi. Bahkan, sinyal tersiar lebih intens dan luas pada 1900-an hingga era Perang Dunia II.

"[Mereka dari zaman Perang Dunia] membutuhkan sinyal yang lebih kuat karena radio yang digunakan oleh masyarakat saat itu tidak memiliki antena radio yang sensitif," kata Howard Isaacson dari UC Berkeley dikutip dari Futurism, Sabtu 21/2/2026.

Hingga saat ini, gelombang radio masih memancar dari dan ke seluruh penjuru Bumi dalam bentuk sinyal seluler hingga televisi, meskipun lebih sulit terdeteksi. "Stasiun radio tentunya tidak bertujuan mengirim sinyal ke luar angkasa, tetapi ke permukaan Bumi," kata Thomas Beatty dari University of Wisconsin.

Manusia juga telah menerbangkan sejumlah wahana ke segala penjuru Tata Surya, bahkan lebih jauh ke wilayah lain di antariksa. Setiap wahana luar angkasa tersebut dilengkapi oleh transmisi gelombang sendiri.

Menurut Isaacson, misi Voyager paling tidak akan mengirim sinyal ke lebih dari 1.000 bintang pada 2030. "Sinyal yang diterima akan tampak jelas sebagai sinyal buatan," katanya kepada BBC.

Isaacson menambahkan, alien yang tinggal di sekitar yang bintang terdekat dari Bumi sudah punya waktu untuk menerima dan mengirim sinyal balasan dalam 8 tahun ke depan.

Tidak hanya gelombang radio. Pengamat dari planet lain juga bisa menerka ada kehidupan di Bumi dengan mengamati atmosfer Bumi. Cahaya lampu yang memancarkan sodium juga bisa jadi tanda peradaban yang sudah maju.

Menurut Paul Rimmer, ahli astrokimia dari University of Cambridge, indikator terbaik dari kehidupan di Bumi adalah oksigen, nitrogen, dan uap air. "Ketiganya adalah indikasi samudra berisi cairan yang stabil," katanya.

Perlu dicatat, analisa dan hipotesis ini masih membutuhkan penelitian dan eksplorasi lebih lanjut. Kita tunggu saja!

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |