SPBU Swasta Siap-Siap! Bentar Lagi Impor BBM Solar Disetop

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan keran impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar akan ditutup mulai April 2026. Dengan kebijakan ini, seluruh kebutuhan solar nasional bakal dipasok dari produksi kilang dalam negeri.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa langkah tersebut juga berlaku bagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta. Mereka tidak lagi diperkenankan mendatangkan solar dari luar negeri dan diarahkan untuk menyerap pasokan domestik.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyebut, SPBU swasta diminta membeli solar produksi PT Pertamina (Persero), terutama untuk jenis CN48.

"April sudah harus menggunakan solar dalam negeri," ujar Laode di Kementerian ESDM, dikutip Sabtu (21/2/2026).

Meski demikian, Laode mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mempersiapkan masa transisi agar penghentian impor solar dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan pasokan.

"Karena pada saat bulan April nanti sudah tidak ada lagi krisis-krisis yang terjadi. Jadi sekarang kita mitigasi solar," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bertambahnya kapasitas kilang Balikpapan membuka peluang Indonesia menghentikan impor BBM. Pasalnya, kebutuhan nasional bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri.

"Insya Allah begitu RDMP Kilang Balikpapan diresmikan pengoperasiannya mulai tahun ini, impor solar dihentikan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong kedaulatan energi dengan tidak lagi mengandalkan pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri melalui impor," kata Bahlil.

Menurut Bahlil kebutuhan solar Indonesia tercatat sebesar 39,8 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah tersebut, program B40 menyumbang pasokan Fatty Acid Methyl Este sebesar 15,9 juta kiloliter kl per tahun, sehingga kebutuhan solar murni B0 tersisa 23,9 juta kl per tahun.

Dengan produksi nasional yang saat ini mencapai 26,5 juta kl per tahun, pemerintah menargetkan penghentian impor solar mulai pertengahan 2026 untuk produk CN 48 dan CN 51 mulai pertengahan 2026.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |