Kartu Pokemon Pikachu Illustrator Terjual Rp278 M, Kok Bisa?

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kartu Pokemon bergambar Pikachu Illustrator kini menjadi kartu yang sangat langka dan dihargai sangat tinggi yakni sekitar Rp278 miliar, di mana kartu ini sebelumnya dimiliki oleh youtuber sekaligus penggulat di acara WWE, Logan Paul. Setelah Paul menjual melalui lelang Goldin pada Februari lalu, kartu tersebut pun mencetak rekor yang dicatat oleh Guiness World Record sebagai kartu koleksi termahal di dunia yang terjual di lelang.

Bagi kolektor, mahalnya kartu koleksi biasanya didasarkan pada tingkat kelangkaannya atau rarity.

Pada kartu Pikachu Illustrator, tingkat kelangkaannya pun sangat tinggi karena jumlah kartu tersebut yang tersebar di dunia hanya 39 kartu. Namun, mahalnya kartu tersebut bukan hanya soal jumlahnya di dunia.

Salah satu pedagang kartu koleksi di Agora Mall, Jakarta Pusat, yang juga menjadi kolektor kartu Pokemon, basket, dan sepak bola, mengungkapkan ada beberapa penyebab kartu Pikachu Illustrator layak dihargai sangat mahal.

Pertama yakni tahun produksi, di mana pada penjelasan yang tertera di akrilik kartu tersebut, produksinya yakni pada 1998 silam.

"Kelangkaan kartu koleksi pertama dilihat dari tahunnya, semakin lama kartu itu dibuat, semakin langka statusnya," kata pedagang tersebut saat ditemui CNBC Indonesia, Selasa (21/4/2026).

Lebih lanjut, kartu Pikachu Illustrator kondisinya saat ini sangat terbatas, bukan hanya karena hanya ada 39 kartu di dunia, tetapi kelangkaannya karena kartu ini diberikan sebagai hadiah dalam kontes ilustrasi Jepang pada 1998 silam, yang diselenggarakan oleh Pokémon Company bekerja sama dengan Shogakukan, perusahaan penerbitan asal Jepang yang menerbitkan majalah CoroCoro Comics.

"Kartu itu dulunya sebagai hadiah dari Pokemon Company ke ilustrator-ilustrator yang kontes di 1998, dan pastinya tidak akan pernah dijual di pasaran, karena hanya para pemenang utama kontes yang bisa mendapatkannya," lanjutnya.

Selain itu, pada gambar di kartu tersebut, terlihat Pikachu sedang memegang kuas lukis. Diketahui, karya seni unik ini adalah ilustrasi khusus yang dibuat oleh seniman aslinya yakni Ken Sugimori, yang juga mendesain Pokemon generasi pertama.

Pikachu Illustrator menonjol bukan hanya karena kelangkaannya tetapi juga karena nilai artistiknya, mempresentasikan eksklusif dan indah dari Pokémon yang dicintai. Kartu Pikachu Illustrator diberikan kepada para pemenang kontes ilustrasi untuk seniman amatir di Jepang pada 1998 silam.

Keterkaitan dengan akar kreatif Pokémon ini memberikan nilai budaya yang signifikan pada kartu tersebut. Para pemenang kontes, yang diberi penghargaan atas bakat dan kreativitas mereka, termasuk di antara penggemar Pokémon pertama yang menerima kartu ini, menjadikannya bagian unik dari sejarah Pokémon.

Apalagi, dengan kartu ini yang dikeluarkan pada 1998 dan kualitasnya masih terjaga hingga saat ini, maka harganya pun layak dihargai miliaran rupiah.

Terakhir, tentunya kartu tersebut memiliki standar penilaian dari hasil grading PSA, seperti layaknya kartu-kartu langka lainnya yakni memiliki skor PSA Mint 10 dan berstatus Holo atau memiliki hologram.

"Yang sudah pasti, kartunya memiliki skor PSA 10, status Holo atau bergambar hologram, tapi yang membedakan dengan kartu langka lainnya, ada tulisan Illustrator yang berarti dibuat langsung oleh sang ilustrator, berarti sangat terbatas dan sangat langka," jelasnya.

Kartu Pikachu Illustrator PSA 10. (Tangkapan layar instagram @loganpaul)Foto: Kartu Pikachu Illustrator PSA 10. (Tangkapan layar instagram @loganpaul)

Grading Kartu Pokemon, Apa Itu?

Kartu Pokemon kembali viral di Indonesia setelah banyak kolektor kembali memburu kartu tersebut, termasuk juga beberapa artis dan influencer. Hal yang membuat kartu Pokemon kembali viral yakni karena harganya ada yang melambung sangat tinggi hingga menyentuh miliaran rupiah.

Pada dasarnya, kartu Pokemon hanyalah sebuah kartu yang dapat dimainkan layaknya kartu-kartu permainan lainnya. Pedagang kartu Pokemon di Agora Mall, Jakarta Pusat mengungkapkan ketika orang ingin membeli kartu Pokemon biasanya akan membeli satu paket kemasan dengan jumlah kartu yang cukup banyak, di mana salam satu paket terdiri atas 5 sampai 10 kartu.

Paket tersebut berpotensi memiliki satu kartu yang terbilang cukup spesial. Namun, tidak semua orang bisa mendapatkan kartu spesial dari paket tersebut dan yang sering terjadi isi dari kemasan paket kartu tersebut tak memiliki kartu spesial, sehingga kartu-kartu spesial bisa didapat jika membeli beberapa paket kemasan.

"Kalau kita beli di awal, dari bungkusan yang isinya banyak kartu, itu belum tentu di dalamnya ada satu kartu spesial, jadi memang ya kita menerka-nerka, istilahnya ya gambling atau gacha, biasanya kalau mau mendapatkan kartu spesial, ya harus beli kemasan lebih banyak," kata pedagang kartu tersebut.

Ketika dalam satu paket ditemukan satu atau beberapa kartu spesial, kondisi awal kartu tersebut memang belum berharga alias masih dianggap sebagai kartu biasa. Namun akan lebih berharga jika kartu tersebut diberikan penilaian oleh pihak ketiga, yang dapat disebut sebagai grading.

"Nah, ketika proses unboxing kartu itu, kemudian dapat kartu spesial, itu belum bisa dihargai mahal karena belum di-grading. Biasanya kalau mau dinilai tinggi, ya harus digrading dulu. Kalau untuk kartu Pokemon biasanya kami grading ke Amerika Serikat (AS), lewat Professional Sport Authenticator (PSA). Kalau mau grading kartu itu kita keluarin biaya lagi, bisa Rp500.000-an," lanjutnya.

Adapun grading dalam kartu Pokemon yakni proses penilaian kondisi fisik oleh pihak ketiga untuk menjamin keaslian dan menentukan nilai koleksi. Dalam proses grading, pertimbangannya yakni ketepatan gambar, tidak ada kecacatan seperti robek, lecek, gambar presisi, jaminan keaslian, dan lain-lain. Jika ingin kartu tersebut dinilai tinggi, maka kondisinya tidak ada whitening atau aus, tidak ada goresan atau bercak, tidak melengkung, gambar lurus dan presisi, serta keseimbangan gambar kartu.

"Dalam proses grading, kalau ingin kartunya bernilai tinggi, ya paling tinggi kalau dari PSA itu 10, kriterianya tuh biasanya gini, dari sisi centeringnya, benar presisi enggak kanan-kirinya, enggak ada whitening, karakternya juga harus presisi, ada warna-warna hologramnya, dan yang paling penting, enggak ada cacat satu pun," lanjutnya.

Pada grading melalui PSA, skor ditentukan mulai dari 1 hingga 10. Semakin tinggi skornya makan semakin bernilai tinggi kartu tersebut.

"Kalau Pokemon kan gradingnya di PSA ya, paling terkenal ke PSA, itu kalau mau dapat 10 skornya, harus benar-benar presisi, enggak ada yang miring sedikit pun," jelasnya.

Setelah diberi penilaian, maka kartu tersebut akan ditempatkan ke dalam wadah akrilik (slabbing). Bentuknya seperti mika bingkai yang cukup kokoh dan kartu tersebut tidak bisa dikeluarkan lagi dari wadah tersebut. Adapun tujuan kartu dimasukan ke akrilik tersebut yakni untuk memastikan keamanan dan keaslian penilaian tersebut.

Setelah itu, kartu yang mendapatkan skor PSA 9 Mint menandakan kondisinya hampir sempurna. Sedangkan skor 10 Gem Mint menandakan kondisi kartu sempurna, tidak ada kecacatan yang ditemukan.

"Nah setelah kartunya di-grading, barulah kartunya bisa berharga. Tapi ya kalau skornya 9 sampai 10 ya, kalau skornya kecil, yang ada enggak berharga," terangnya.

(chd/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |