Kapolda Metro ke Bintara Brimob: Jadilah Polisi Humanis, Jangan Sakiti Rakyat

1 week ago 4

Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan pengarahan kepada 1.000 bintara dan tamtama yang telah melaksanakan Pendidikan Dasar Brimob Tahun Anggaran 2026. Dalam amanatnya, Kapolda berpesan agar menjadi polisi yang memberikan rasa aman, bukan justru menimbulkan ketakutan.

Mengawali arahannya, Kapolda Irjen Asep Edi Suheri menegaskan bahwa Brimob merupakan pasukan elite yang memiliki ciri khas loyalitas kepada institusi.

"Saya ingin menekankan ciri khas seseorang pasukan Brimob. Memiliki loyalitas yang tidak tergoyahkan. Loyal kepada negara, loyal kepada institusi, loyal kepada pimpinan, dan loyal kepada tugas. Loyalitas itu bukan hanya diucapkan, tetapi dibuktikan dalam sikap kedisiplinan, kesiapan menjalankan perintah, dan dalam keberanian berdiri di garis depan ketika negara memanggil," ujar Irjen Asep dalam sambutannya, Jumat (13/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irjen Asep mengatakan Brimob adalah korps yang dibangun dengan dedikasi dan pengorbanan. Karena itu, Brimob hadir untuk menjawab tantangan, bukan menghindari tantangan.

"Rekan-rekan yang saya cintai dan saya banggakan, ada beberapa penekanan yang harus kalian ingat dan laksanakan. Pertama, jadilah polisi yang bermanfaat untuk masyarakat. Kehadiran kalian harus memberi rasa aman, memberi pertolongan, dan memberi perlindungan," jelasnya.

"Jadilah pasukan Brimob yang kehadirannya dirasakan membawa ketenangan, bukan ketakutan. Jadilah pasukan Brimob yang humanis, namun tegas," tambahnya.

Ia juga berpesan agar personelnya tidak menyakiti hati masyarakat dengan ucapan yang kasar, sikap yang arogan, atau tindakan yang melukai rasa keadilan.

"Ingat, kekuatan yang dimiliki harus dipakai untuk melindungi, bukan untuk menyakiti," ucapnya.

Irjen Asep mengatakan anggota Polri harus bersikap tegas, namun dengan tetap memperhatikan sisi kemanusiaan dan tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya mengasah kemampuan diri, mengasah fisik dan mental serta keterampilan dalam menjalankan tugas pokok Polri.

"Pasukan Brimob tidak boleh lemah, tidak boleh lengah, dan tidak boleh cepat puas," tuturnya.

Lebih lanjut, ia meminta personel Brimob menjaga soliditas dan jiwa korsa. Personel harus saling menguatkan, saling menjaga, dan saling mengingatkan. Korps yang kuat lahir dari kebersamaan, bukan dari ego masing-masing.

"Kepada seluruh Bintara dan Tamtama Remaja Brimob yang saya cintai dan saya banggakan, saya ingin kalian menanamkan kebanggaan dalam dada bahwa kalian adalah bagian dari Korps Brimob Polri, korps yang dikenal tangguh, berani, disiplin, dan setia," ucapnya.

Sebelum menutup arahannya, Kapolda menyampaikan harapan agar Bintara Brimob menjadi personel yang tangguh, pemberani, serta loyal dan siap mengabdi untuk nusa dan bangsa.

"Sekali melangkah pantang menyerah, sekali tampil harus berhasil. Jiwa ragaku demi kemanusiaan, Brimob untuk nusa dan bangsa," tutupnya.

Apel itu digelar di Stadion Presisi Polda Metro Jaya, Jumat (13/3). Sebanyak 1.000 pasukan muda Brimob ini terdiri atas 547 Bintara Remaja dan 453 Tamtama Remaja. Irjen Asep mengatakan jumlah tersebut menjadi kekuatan baru di Korps Brimob.

Dalam apel itu juga turut dihadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwobo, Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto, pejabat utama (PJU) Polda Metro Jaya, dan juga para Kapolres.

(dvp/mea)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |