Ini yang Digali KPK Saat Periksa Eks Menpora Dito di Kasus Kuota Haji

1 week ago 10
Jakarta -

Tim penyidik KPK telah memeriksa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo terkait dugaan korupsi kuota haji. KPK mencecar Dito terkait awal mula penambahan 20 ribu kuota haji bagi jemaah Indonesia.

"Dalam pemeriksaan hari ini, penyidik mendalami terkait dengan asal-usul pemberian tambahan kuota ibadah haji dari pemerintah Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia," kata jubir KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).

Dito diketahui menjadi salah satu pejabat yang berkunjung ke Arab Saudi pada 2022 bersama Presiden saat itu, Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan tersebut menjadi awal pembahasan dari bertambahnya jatah kuota haji yang diterima Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dito diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi. Budi menyebutkan keterangan dari Dito hari ini makin membuat terang duduk perkara kasus korupsi kuota haji yang terjadi di Kementerian Agama pada 2023-2024.

"Karena memang Pak Dito pada saat itu ikut berangkat ke Arab Saudi bersama rombongan dari Pemerintah Indonesia. Sehingga ini juga kemudian menguatkan terkait dengan informasi-informasi atau bukti-bukti yang didapatkan oleh penyidik KPK berkaitan dengan diskresi yang dilakukan oleh Kementerian Agama," terang Budi.

Budi menjelaskan, keterangan Dito juga masih akan dianalisis lebih lanjut oleh penyidik. KPK, menurut Budi, juga masih terbuka memanggil pihak lainnya dalam kasus kuota haji.

"Penyidik masih akan terus memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah pihak lain, termasuk untuk menjelaskan bagaimana soal proses diskresi, distribusi kuota, jual beli kuota, hingga soal aliran uang dari para biro travel ini kepada oknum-oknum di Kementerian Agama sehingga konstruksi perkara ini kemudian menjadi utuh," tutur Budi.

Hari ini Dito diperiksa selama tiga jam oleh penyidik KPK. Dito menjelaskan, dalam penyidikan, KPK mencecar perihal kunjungan kerjanya ke Arab Saudi bareng Presiden ke-7 Jokowi pada 2022. Dito mengatakan kunjungan itu membahas sejumlah topik, mulai investasi hingga IKN.

Dalam kunjungan ke Saudi, Dito bersama Jokowi juga bertemu dengan Muhammad bin Salman (MBS) selaku Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi. Menurut Dito, pertemuan itu tidak membahas spesifik mengenai permintaan penambahan kuota haji dari pemerintah Indonesia.

"Saat pertemuan itu, tidak ada pembahasan spesifik tentang kuota. Tapi memang pertemuan bilateral waktu itu, saya ingat sekali, dari Putra Mahkota Perdana Menteri Muhammad bin Salman itu sangat senang dengan pertemuannya Pak Jokowi," jelas Dito setelah diperiksa KPK.

Dito juga ditanya mengenai alasan tidak adanya Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas, dalam kunjungan kerja di Arab Saudi. Dito mengatakan pertemuan di Arab Saudi tidak membahas satu topik tentang haji saja.

"Waktu itu saya ingat ada investasi, ada juga waktu itu kalau tidak salah IKN, dan juga salah satunya yang topik utama pasti ke Arab Saudi itu pasti yang ada di benak semua masyarakat kan pasti haji," katanya.

"Itu yang disampaikan Bapak Presiden. Dan waktu itu saya ingat betul dari Prince MBS, Perdana Menteri itu semangat untuk semuanya ditindaklanjuti. Dan di pertemuan itu tidak ada juga terkait dengan jumlah kuota," sambungnya.

Kasus korupsi kuota haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024 saat ini telah naik penyidikan di KPK. Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Mantan stafsusnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, telah ditetapkan tersangka dalam kasus ini.

(ygs/lir)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |