Ini 5 Macan Asia Versi Terbaru dari IMF, Indonesia Nomor Berapa?

6 hours ago 2

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

09 July 2026 18:40

Jakarta, CNBC Indonesia - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) kembali merilis pembaruan proyeksi ekonomi dunia dalam World Economic Outlook (WEO) Update edisi Juli 2026.

Dalam laporan tersebut, ekonomi global diproyeksikan tumbuh 3,0% pada 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 2024-2025 yang mencapai 3,5%. Tekanan datang dari perang di Timur Tengah, harga energi yang masih tinggi, inflasi yang belum benar-benar turun, serta kondisi keuangan global yang masih ketat.

Namun, di tengah perlambatan global tersebut, sejumlah negara Asia masih diperkirakan mampu tumbuh cukup kencang. Ada lima negara yang menonjol dalam proyeksi terbaru ini, yakni Vietnam, India, Indonesia, Malaysia, dan China.

Kelima negara tersebut masih berada di atas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia. Bahkan, tiga di antaranya masih mampu tumbuh 5% atau lebih pada 2026.

Berikut lima negara Asia dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi paling tinggi dalam WEO IMF Juli 2026.

Vietnam menempati posisi teratas dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 7,5% pada 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi WEO April 2026 yang sebesar 7,1%, meski masih melambat dari realisasi 2025 yang mencapai 8,0%.

Kenaikan proyeksi Vietnam menjadi salah satu sinyal menarik dari laporan terbaru ini. Lembaga tersebut menyebut proyeksi Vietnam direvisi naik 0,4 poin persentase karena ekspor teknologi yang lebih kuat dari perkiraan, ditambah permintaan domestik yang masih solid.

Di posisi kedua ada India. Ekonomi negara tersebut diperkirakan tumbuh 6,4% pada 2026, sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi April yang sebesar 6,5% dan realisasi 2025 yang mencapai 7,7%.

Meski melambat, India masih menjadi salah satu ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat. Dorongannya datang dari konsumsi swasta yang kuat dan aktivitas sektor jasa yang masih ekspansif.

Indonesia pun masih masuk dalam 5 besar dengan berada di posisi ketiga dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,0% pada 2026. Angka ini tidak mengalami perubahan dibandingkan proyeksi WEO April 2026, dan hanya sedikit lebih rendah dari realisasi 2025 yang sebesar 5,1%.

Proyeksi tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia masih relatif stabil di tengah tekanan global. Pertumbuhan Indonesia juga masih lebih tinggi dibandingkan proyeksi ASEAN-5 yang sebesar 4,1% pada 2026.

Malaysia menempati posisi keempat dengan proyeksi pertumbuhan 4,7% pada 2026. Angka ini tidak berubah dibandingkan proyeksi April, tetapi lebih rendah dari realisasi 2025 yang mencapai 5,2%.

Dalam laporan WEO Juli 2026, Malaysia disebut mendapat dorongan dari aktivitas data center dan kenaikan siklus teknologi global. Ini membuat Malaysia menjadi salah satu negara Asia yang ikut menikmati momentum teknologi.

China berada di posisi kelima dengan proyeksi pertumbuhan 4,6% pada 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi April yang sebesar 4,4%, tetapi melambat dibandingkan realisasi 2025 sebesar 5,0%.

Perlambatan China dipengaruhi harga minyak global yang lebih tinggi, ketidakpastian yang berkepanjangan, dan tantangan struktural yang masih membebani aktivitas ekonomi. Meski begitu, China tetap masuk daftar lima besar karena basis ekonominya yang besar dan masih kuatnya sektor manufaktur teknologi tinggi.

Negara yang Kuat di Teknologi Tumbuh Lebih Kencang

Salah satu poin paling menarik dari laporan WEO Juli 2026 adalah soal peran teknologi dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa pertumbuhan negara emerging market dan berkembang diproyeksikan melambat menjadi 3,8% pada 2026, sebelum pulih ke 4,5% pada 2027. Namun, arah pertumbuhan antarnegara tidak sama.

Perbedaannya dipengaruhi banyak faktor, mulai dari ketergantungan terhadap komoditas, kedekatan dengan wilayah konflik, penerimaan remitansi dan pariwisata, sensitivitas terhadap kondisi keuangan global, sampai posisi sebuah negara dalam rantai nilai teknologi global.

Negara yang masuk rantai pasok teknologi, ekspor perangkat elektronik, semikonduktor, data center, dan manufaktur berteknologi tinggi punya bantalan tambahan saat ekonomi global tertekan perang dan harga energi.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |