Jakarta, CNBC Indonesia - Kehadiran mobil pikap impor asal India mulai terlihat di sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Surabaya.
Kendaraan itu merupakan bagian dari pengadaan dari PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung aktivitas program Koperasi Desa Merah Putih, meski ramai penolakan dari sejumlah pihak.
Ketua Kamar dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menjelaskan bahwa saat ini tidak mempermasalahkan pengadaan mobil niaga dari India ini, karena bertujuan untuk mempercepat program Koperasi Desa Merah Putih.
"Saya rasa nomor satu tujuan daripada ini semua bagaimana kita memastikan program-program seperti MBG (Makan Bergizi Gratis), KDMP itu Koperasi Desa Merah Putih itu jalan. Itu satu. Karena dibutuhkan cepat, mungkin itulah dasar dari pemerintah untuk membutuhkan impor," kata Anindya, di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (27/2/2025).
Namun, untuk jangka panjang, pihaknya menginginkan pemerintah juga berfokus untuk memperkuat produksi kendaraan dalam negeri. Terlebih, pengusaha otomotif yang tergabung di sejumlah asosiasi seperti GIAMM dan Gaikindo, mampu memproduksi 400 ribu unit mobil per tahun.
"Tapi sekarang kita lebih baik fokus ke depan. Tujuannya buat Koperasi Desa Merah Putih supaya cepat kelihatan. Saya rasa banyak manfaatnya juga. Tapi bagaimana dengan tentunya KADIN dan juga dengan asosiasi di bawahnya, yang otomotif bisa bekerjasama untuk membuat peta jalan Industri bernilai tambah, terutama otomotif karena industri ini kan juga ada 1,5 juta orang. Ada 300 vendor," kata Anindya.
"Tapi intinya saya rasa kita fokus untuk melewati perbincangan ini, untuk memperkuat dari ke depannya supaya Indonesia punya bukan hanya mobil nasional, tapi bus sama truk nasional, bahkan syukur-syukur kalau bisa elektrik. Jadi, menghemat impor daripada migas dan lain-lain," tambahnya.
Pada kesempatan itu, Anindya juga mengatakan akan melakukan diskusi dengan pemerintah untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan dunia usaha.
"Saya rasa penting untuk diskusi aja. Kita tentunya pemerintah tugasnya untuk menjalankan secara cepat. Dengan kebijakan yang dimiliki, tentu kita hormati. Tapi kita juga harus memikirkan bagaimana bisa berdiri di atas kaki sendiri untuk langkah-langkah ke depan," tuturnya.
Seperti diketahui, Agrinas Pangan Nusantara bakal mengimpor 105.000 unit kendaraan pikap dari India. Rencana impor tersebut terdiri dari 35.000 unit pick up 4x4 dari Mahindra & Mahindra, serta masing-masing 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors. Seluruh kendaraan akan digunakan sebagai armada operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
(wia)
Addsource on Google


















































