Hilirisasi Ayam Dimulai di 6 Provinsi, Peternak Bisa Cuan Rp81 T/Tahun

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Danantara Indonesia, melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, secara resmi memulai groundbreaking hilirisasi pengembangan industri ayam terintegrasi di enam provinsi di Indonesia.

Keenam provinsi tersebut adalah Jawa Timur (Kabupaten Malang), Gorontalo (Kabupaten Gorontalo Utara), Lampung (Kabupaten Lampung Selatan), Sulawesi Selatan (Kabupaten Bone), Kalimantan Timur (Kabupaten Penajam Paser), dan Nusa Tenggara Barat (Kabupaten Sumbawa).

"Jadi fase I itu ada enam dari 30 rencana besar untuk hilirisasi perunggasan Indonesia," kata Ghimoyo dalam seremoni yang digelar, Jumat (6/2/2026).

Dia mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pengembangan industri ayam terintegrasi untuk mendukung ketahanan nasional. Program tersebut merupakan salah satu dari inisiasi dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan atensi kepada kami. Terima kasih kepada Danantara yang memberikan dukungan investasi kepada kami," ujar Ghimoyo.

"Tidak lupa terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum yang telah membantu land clearing dan membuka akses jalan di Malang. Terima kasih kepada kolaborasi antar BUMN dan serta mitra daerah yang mendukung proses selama ini," lanjutnya.

Menurut Ghimoyo, sebanyak 30 titik rencana hilirisasi pengembangan industri ayam terintegrasi akan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan nasional dengan target produksi 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur.

"Sekaligus menghadirkan dampak ekonomi yang signifikan berupa penciptaan lapangan kerja 1,46 juta lapangan kerja baru serta peningkatan pendapatan peternak hingga Rp 81,5 triliun per tahun secara bruto," kata Ghimoyo.

Dari sisi sosial, dia bilang program ini akan menopang kebutuhan pangan, 82,9 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan berperan dalam penurunan stunting serta kemiskinan struktural.

Pengembangan industri perunggasan ini, menurut Ghimoyo, punya peran strategis dalam mendukung program MBG seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani berupa daging, ayam, dan telur. Melalui proyek ini, lanjut dia, tercipta stabilitas pasokan, penguatan stok nasional dan serta menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

"Untuk itu BUMN hadir untuk menjaga stabilitas pasokan dan stabilitas harga," ujar Ghimoyo.

Lebih lanjut, dia bilang, pengembangan bertahap di berbagai wilayah, termasuk luar Jawa, menjadi penting untuk pemerataan ekonomi nasional dengan hadirnya sentra-sentra produksi baru di daerah. Diharapkan tercipta lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan rantai pasok daerah, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

"Terutama dengan hilirisasi ini kita yang kita harapkan budi daya tetap berada di tangan peternak rakyat. Jadi makin gampang, terjangkau, dengan harga stabil dan pasokan yang stabil," kata Ghimoyo.

"Kami berharap pembangunan ini berjalan sesuai rencana dan berkontribusi nyata bagi penguatan ekosistem perunggasan nasional, ketahanan pangan Indonesia serta menjadi bagian pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," lanjutnya.

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |