Heboh Aplikasi Hornet Mau Dihapus, Komdigi Ungkap Alasan Sebenarnya

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah meminta Apple dan Google untuk menghapus layanan aplikasi Hornet bagi pengguna di Indonesia. Langkah ini diambil karena aplikasi tersebut tidak memenuhi kewajiban hukum yang berlaku di tanah air.

"Kami sudah meminta App Store dan Play Store agar aplikasi tersebut segera di-delisting. Ini bagian dari penegakan aturan terhadap platform yang tidak memenuhi kewajibannya di Indonesia," tegas Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Alexander Sabar, dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (18/8/2026).

Alexander menjelaskan bahwa pihaknya menerima aduan dari masyarakat mengenai Hornet yang memuat konten terkait kampanye LGBTIQ+. Persoalan ini menjadi perhatian khusus karena terdapat nilai, norma, serta ketentuan hukum nasional yang harus dihormati. Namun, selain masalah muatan konten, Hornet juga diketahui tidak pernah mendaftarkan diri sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia.

"Dari awal, Hornet tidak pernah mendaftarkan diri sebagai PSE di Indonesia. Ini merupakan persoalan kepatuhan yang harus kami tindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Alexander.

Permintaan kepada Apple dan Google untuk melakukan delisting aplikasi merupakan langkah ketat lanjutan yang diambil oleh pihak Komdigi.

Ia menekankan bahwa setiap platform yang menyediakan layanan di Indonesia wajib menghormati hukum dan ketentuan yang berlaku. Kewajiban tersebut berlaku mengikat untuk semua penyedia layanan, tanpa membedakan asal negara, skala perusahaan, maupun jumlah penggunanya.

Menurutnya, pengawasan ruang digital tidak hanya terbatas pada pemantauan konten, tetapi juga kepatuhan penyelenggara platform terhadap kewajiban hukum dan tata kelola sistem elektronik. Komdigi memastikan akan terus menindaklanjuti setiap laporan dan aduan dari masyarakat.

"Prinsipnya sederhana: siapa pun yang ingin menyediakan layanan digital bagi masyarakat Indonesia harus hadir secara bertanggung jawab dan mematuhi aturan yang berlaku," pungkas Alexander.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |