Harga Perak Ugal-ugalan, Waktunya Beli Lagi?

2 hours ago 3

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

22 February 2026 09:15

Jakarta, CNBC Indonesia- Harga perak dunia bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini dengan kecenderungan menguat di akhir periode perdagangan.

Berdasarkan Refinitiv, harga perak pada penutupan Jumat (20/2/2026) tercatat di level US$78,37 per troy ons, naik tipis 0,04% dibandingkan hari sebelumnya yang berada di US$78,35 per troy ons.

Secara mingguan, harga perak relatif stabil dibandingkan posisi Jumat pekan sebelumnya di kisaran US$77,40 per troy ons.

Pergerakan harga sepanjang pekan mencerminkan volatilitas yang cukup terasa. Pada awal pekan, harga perak sempat tertekan hingga ke area US$73,45 per troy ons pada 17 Februari sebelum kembali pulih menuju kisaran US$78 per troy ons di akhir perdagangan. Fluktuasi ini mencerminkan masih kuatnya tarik-menarik sentimen global terhadap logam mulia tersebut.

Kenaikan harga perak terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas. Situasi tersebut mendorong permintaan terhadap logam mulia sebagai lindung nilai ketidakpastian global.

Di sisi lain, pelemahan dolar AS juga memberi ruang penguatan bagi harga perak. Logam mulia ini sempat melonjak lebih dari 5% dan mendekati level US$82 per troy ons dalam perdagangan global sebelum akhirnya mengalami konsolidasi. Pelemahan mata uang dolar membuat harga komoditas berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor.

Faktor ekonomi Amerika Serikat juga ikut mempengaruhi arah harga. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV yang hanya mencapai sekitar 1,4% menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi, sementara inflasi inti yang masih bertahan di kisaran 3% membuat arah kebijakan suku bunga menjadi kurang pasti. Perbedaan pandangan di kalangan pejabat bank sentral juga menambah ketidakpastian pasar.

Melansir Investinglive, secara teknikal, harga perak kini masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah volatilitas tinggi pada akhir Januari hingga awal Februari. Sepanjang sebagian besar pekan ini harga cenderung bergerak di bawah US$80 per troy ons sebelum akhirnya kembali menguat di akhir periode perdagangan.

Pemulihan harga juga ditopang oleh aktivitas pembelian saat harga turun (dip buying). Investor mulai kembali masuk setelah harga sempat jatuh ke kisaran terendah mingguan, sehingga membantu membentuk dasar teknikal baru bagi pergerakan perak dalam jangka pendek.

Meski demikian, prospek jangka pendek masih menyisakan ketidakpastian. Pergerakan harga masih menunjukkan pola naik-turun yang belum stabil. Jika mampu menembus area resistensi sekitar US$86 per troy ons, peluang penguatan lanjutan akan semakin terbuka. Namun selama masih bergerak di bawah level tersebut, perak berpotensi tetap berada dalam fase konsolidasi.

CNBC Indonesia Research

(emb/luc)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |