Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis kelangkaan chip memori global imbas 'ledakan' AI, telah membuat harga perangkat elektronik konsumen melonjak tinggi sejak akhir 2025. Pabrikan HP dan laptop sudah mulai menyesuaikan harga, termasuk di Indonesia.
Fenomena kelangkaan chip memori ini dikatakan akan berlangsung panjang. Kepala SK Hynix, produsen chip memori DRAM asal Korea Selatan, memprediksi kelangkaan chip memori akan berlangsung hingga 2030 mendatang.
Pandangan pesimistis serupa juga diungkap CEO Nothing, Carl Pei. Nothing merupakan produsen HP berbasis di Inggris.
Dalam unggahan di media sosial pada pekan lalu, Pei mengatakan waktu terbaik membeli HP baru adalah 'kemarin', merujuk pada periode sebelum harga komponen naik tajam dan membuat harga HP kian mahal.
"Jika Anda sedang menunggu waktu untuk membeli HP baru, waktu terbaik adalah kemarin," kata Pei. "Waktu terbaik berikutnya adalah saat ini. Periode diskon tahun ini tak akan sebesar sebelum-sebelumnya," Pei menambahkan, dikutip dari Yahoo Tech, Senin (15/6/2026).
Diberitakan pertama kali oleh Android Authority, Pei mengatakan tren komponen-komponen smartphone yang setiap tahunnya makin murah sudah berakhir. Hal ini disebabkan oleh 'ledakan' AI yang membuat permintaan chip membludak, sehingga produsen chip mengesampingkan produksi chip konvensional untuk perangkat elektronik konsumen.
"AI secara fundamental telah mengubah permintaan, [karena] memori yang digunakan di smartphone sekarang sangat penting untuk data center AI. Perusahaan hyperscaler mengamankan kapasitas wafer silikon bertahun-tahun sebelumnya untuk memicu ledakan AI," ia menjelaskan.
Menurut estimasi Pei, produsen-produsen HP terpaksa harus menyesuaikan harga dengan meningkatkan harga jual 30% atau lebih untuk beberapa kasus, atau menurunkan spesifikasi perangkat.
Hal ini akan paling berdampak pada model-model HP kelas bawah (entry-level) dan menengah (mid-range). Ia menilai segmen HP tersebut akan 'tenggelam' hingga lebih dari 20%.
Model-model HP keluaran Nothing juga akan mengalami tren serupa. Pei mengatakan perusahaannya akan menaikkan harga jual di berbagai portofolio produk, seiring upaya perusahaan untuk mengeluarkan model baru.
Para gamer juga merasakan dampaknya. Konsol genggam Steam Deck dari Valve sempat kehabisan stok dan baru-baru ini kembali dengan kenaikan harga yang signifikan.
Steam Machine yang akan datang juga mengalami beberapa penundaan yang disebabkan oleh kekurangan RAM. Sementara itu, beredar laporan bahwa kekurangan tersebut dapat mendorong kenaikan harga Nintendo Switch 2 dan menunda perilisan PS6.
Perusahaan riset pasar TrendForce juga memprediksi bahwa konsumen akan membayar 15% lebih mahal untuk laptop dan 10% lebih mahal untuk smartphone sepanjang 2026.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































