China Marah Besar, Ancam Pembalasan Lebih Keras ke Amerika

6 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - China marah besar setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada sejumlah raksasa teknologi asal Negeri Tirai Bambu. Pemerintahan Xi Jinping memastikan tidak akan tinggal diam dan menyiapkan pembalasan lebih keras terhadap AS, jika negara adikuasa tetap berlaku tidak adil ke perusahaan-perusahaan China.

"Kami pasti akan membalas dengan tegas dan keras," kata Kementerian Perdagangan dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters, Senin (15/6/2026).

Beijing mendesak pemerintahan Donald Trump untuk menghentikan praktik-praktik yang keliru. AS diminta kembali ke jalan yang benar untuk membangun hubungan strategis dan stabil antara kedua negara.

"China sangat tidak puas dan tegas menentang hal ini," ujar pihak kementerian.

AS baru saja menambahkan sejumlah perusahaan besar China yang dinilai membantu memajukan militer dan industri setempat.

Beberapa perusahaan itu termasuk platform e-commerce Alibaba, penyedia pencarian internet Baidu, dan produsen mobil BYD serta NIO. Selain itu juga ada nama raksasa produsen panel surya terbesar di dunia, yakni Trina Solar dan JA Solar Technology.

Berdasarkan hukum yang berlaku, Departemen Pertahanan dilarang melakukan kontrak langsung dengan perusahaan yang masuk dalam daftar hitam. Termasuk hanya bisa membeli produk atau layanan secara terbatas melalui pihak ketiga mulai tahun depan.

Daftar baru ini menggantikan kebijakan yang dikeluarkan pada awal tahun 2025. AS juga merilis sebulan setelah kedua pimpinan negara Donald Trump dan Xi Jinping dan mempertahankan gencatan senjata perang dagang.

Menurut kementerian, langkah Pentagon mengabaikan konsensus yang telah dicapai saat pertemuan Trump dan Jinping.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |