Harga Emas Ngamuk, Melejit 7% Dalam Sepekan

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia melonjak pada perdagangan sesi terakhir pekan ini sekaligus membuat kinerja mingguan dengan meraih hasil positif.

Berdasarkan data Refinitiv, harga emas dunia di pasar spot tercatat di US$4.341 per troy ons atau melesat 2,42 persen dibandingkan posisi hari sebelumnya. Sementara kinerja mingguan melesat 7,44 persen.

Penguatan emas didorong oleh pelemahan dolar AS serta turunnya yield obligasi AS tenor 10 tahun.

Indeks dolar ditutup di 99,67 atau terendah sejak 16 Juni 2026. Pelemahan dolar membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Imbal hasil US Treasury juga jatuh ke 4,617% atau terendah dalam tujuh hari. Emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga melemahnya yield membuat emas menarik.

"Dua hari penurunan imbal hasil obligasi dan sepekan pelemahan dolar AS tampaknya telah menyingkirkan berbagai hambatan yang menghadang laju emas dan perak," kata Tai Wong, trader logam independent, kepada Reuters.

Sentimen tambahan datang dari data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan pertumbuhan payroll sektor swasta hanya bertambah 44.000 pada Juli, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 70.000.

Di sisi lain, sejumlah pejabat The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September mencapai sekitar 57%.

Meski prospek suku bunga yang lebih tinggi biasanya menekan emas karena tidak memberikan imbal hasil, logam mulia tetap mendapat dukungan dari melemahnya dolar dan turunnya yield obligasi.

Kabar baik juga datang dari Timur Tengah di mana kesepakatan damai semakin mendekat. Meski perang bisa menjadi keuntungan emas tetapi perang yang berkelanjutan bisa memicu inflasi sehingga bisa membuat suku bunga naik.

(ras/ras)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |