Gencatan Senjata Tak Dianggap, Korban Tewas di Gaza Tembus 1.000 Orang

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Operasi militer yang terus dilancarkan oleh pasukan Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.005 warga Palestina selama gencatan senjata.

Mengutip Newsweek, Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi pada Rabu (17/6/2026) bahwa wilayah kantong tersebut masih terus dihantam oleh serangan udara hampir setiap hari. Selain itu, aksi penembakan serta kontak senjata juga rutin pecah di sepanjang garis batas yang membagi Gaza menjadi zona kontrol Israel dan Palestina.

Kasus kematian terbaru dilaporkan melonjak drastis setelah serangkaian serangan pesawat tanpa awak atau drone militer Israel menghantam beberapa kota dan kamp pengungsian di Gaza Tengah dan Kota Gaza dalam beberapa hari terakhir. Di lokasi lain, serangan Israel di wilayah Khan Younis, Gaza Selatan, juga dilaporkan menewaskan dua warga Palestina dan melukai enam orang lainnya.

Pihak militer Israel mengakui telah meluncurkan serangan di Khan Younis tersebut dengan dalih bahwa target operasi mereka adalah seorang "teroris", tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Namun, kesaksian dari pihak keluarga korban di Rumah Sakit Nasser menyatakan bahwa serangan roket itu justru menyasar kerumunan orang di dekat pantai di kamp tenda raksasa Muwasi, tempat ratusan ribu warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal bernaung.

Pihak Tel Aviv berdalih bahwa mereka akan terus melanjutkan operasi militer untuk menumpas sisa-sakis kekuatan Hamas dan kelompok sekutunya, sekaligus memperluas wilayah territorial yang berhasil mereka kuasai di dalam Jalur Gaza. Akibat situasi yang terus memanas ini, kedua belah pihak kini saling melempar tuduhan mengenai siapa yang pertama kali melanggar komitmen gencatan senjata di lapangan.

Situasi karut-marut di lapangan ini membuat publik internasional terus memantau efektivitas dari 20 poin rencana strategis yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump. Program tersebut awalnya dirancang untuk mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza serta memulai proyek rekonstruksi wilayah pascaperang yang menghancurkan.

Dalam rilis terpisah, militer Israel mengeklaim bahwa jet tempur mereka telah berhasil membunuh dua milisi yang berasal dari kelompok Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ) dalam serangan udara pada akhir pekan lalu. Kendati demikian, tingginya angka kematian warga sipil tetap memicu kecaman keras dari berbagai lembaga kemanusiaan dunia.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa total korban tewas sejak awal meletusnya perang Israel-Hamas kini telah resmi melewati angka 73.000 jiwa di Gaza. Meskipun data kementerian tidak membedakan antara warga sipil dan milisi bersenjata, catatan medis terperinci yang mereka rilis secara berkala dinilai kredibel dan akurat oleh komunitas internasional.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |