Geger Politisi Muslim AS Ilhan Omar Serang Trump: Eksekusi Pedofil!

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah politisi Partai Republik Amerika Serikat (AS) mengecam keras pernyataan anggota Kongres dari Partai Demokrat, Ilhan Omar. Pernyataan tersebut dinilai menyiratkan serangan, seruan eksekus,i terhadap Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial.

Cabang Partai Republik AS di Pennsylvania menuding Ilhan Omar telah melampaui batas setelah menilai cuitannya menyiratkan seruan eksekusi terhadap Presiden Amerika Serikat. Dalam pernyataan resminya pada Rabu waktu setempat, mereka menegaskan bahwa menyerukan eksekusi pejabat federal merupakan tindak pidana menurut hukum AS dan mendesak Partai Demokrat bertanggung jawab atas ancaman terhadap keselamatan presiden.

Kontroversi bermula ketika Omar membagikan klip Trump yang mengecam jaringan penipuan yang dipimpin warga Somalia di Minnesota. Omar, yang lahir di Somalia dan kini mewakili Minnesota di Kongres, menuduh Trump berupaya mengalihkan perhatian publik dari kemunculan namanya dalam berkas-berkas terkait Jeffrey Epstein.

"Pemimpin Partai Perlindungan Pedofil mencoba mengalihkan perhatian dari namanya yang tersebar di seluruh berkas Epstein," tulis Omar di akun X, dikutip Jumat (13/2/2026). "Setidaknya di Somalia mereka mengeksekusi pedofil, bukan memilih mereka."

Akun riset Partai Republik, RNC Research, turut menuding Omar secara "sembrono" mendorong eksekusi Trump. Mereka juga menyoroti bahwa Somalia memiliki tingkat pernikahan anak yang tinggi, meski tidak membantah tudingan Omar yang menyebut Trump sebagai "pedofil".

Hingga kini, Omar belum mendapat kecaman resmi dari partainya sendiri terkait pernyataan tersebut.

Di sisi lain, Departemen Kehakiman AS baru-baru ini merilis lebih dari tiga juta berkas terkait kasus Epstein. Dalam dokumen tersebut, nama Trump muncul ribuan kali dalam korespondensi Epstein. Meski demikian, otoritas menyatakan belum ada bukti kuat yang mengaitkan Trump dengan kejahatan seksual terhadap anak.

Sebagian dokumen menunjukkan Trump memiliki kontak dengan Epstein lebih sering dari yang sebelumnya diakui dan mengetahui keterlibatan Epstein dengan gadis remaja. Namun, ada pula catatan bahwa Trump pernah menyatakan kepada polisi Florida bahwa ia senang Epstein "dihentikan".

Dokumen bocoran itu juga memuat pengaduan anonim ke FBI pada 2020 yang menuduh Trump melakukan pelecehan seksual terhadap anak dan terlibat dalam pembunuhan. Klaim tersebut telah dibantah Departemen Kehakiman AS sebagai upaya sensasional untuk mencemarkan nama baik Trump menjelang pemilu 2020.

(tfa/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |