DVI Terima 11 Kantong Jenazah Korban ATR padahal Manifes 10 Orang, Ini Sebabnya

1 week ago 11

Makassar -

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menerima total 11 kantong jenazah dari operasi SAR pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sedangkan dalam manifes 10 orang.

Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan 11 kantong jenazah atau body bag itu diterima selama tujuh hari operasi SAR pesawat ATR 42-500. Kantong jenazah tersebut dikirimkan secara bertahap oleh Basarnas ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel.

"Dari 11 body bag itu, pertama diterima hari Selasa, 20 Januari 2026, kemudian 2 body bag kita terima pada 21 Januari 2026, kemudian pada Kamis 22 Januari 2026 1 body bag, dan hari ini kami menerima 7 body bag di Biddokkes Polda Sulawesi Selatan," kata Djuhandhani kepada wartawan saat konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel, dilansir detikSulsel, Jumat (23/11/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djuhandhani lantas mengakui jumlah kantong jenazah berbeda dengan total 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang terdaftar di manifes. Hal ini disebabkan ada di antara kantong jenazah yang diterima berupa potongan tubuh sehingga perlu identifikasi lebih lanjut.

"Kami sampaikan kepada rekan-rekan ini juga menjelaskan terkait body bag. Memang dari 11 yang kita terima, ada 1 body (kantong) yang hanya berisi potongan tulang. Ini kenapa menjadi 11, sementara kita mengetahui manifes sebanyak 10 orang," jelasnya.

Dia mengatakan kantong jenazah yang diterima akan diperiksa oleh tim DVI. Djuhandhani berharap 11 kantong jenazah yang diidentifikasi oleh tim DVI nantinya bisa selaras dengan total 10 korban yang mengacu pada manifes.

"Kita berharap 11 body bag yang dikirim ini sesuai dengan daftar manifes dari penumpang yang ada. Namun ini juga masih kita buka, kita teliti lebih lanjut, kita periksa secara saintifik di mana kita harapkan kita bisa membuktikan bahwa ini benar-benar sesuai dengan apa yang terdaftar dalam manifes," paparnya.

Baca selengkapnya di sini

(idh/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |