Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Industri Mineral (BIM) buka-bukaan bahwa Indonesia sekarang sedang menghadapi tantangan dalam mengembangkan teknologi pengolahan Logam Tanah Jarang (LTJ). Saking strategisnya LTJ, negara-negara maju pemilik teknologi cenderung menutup diri dan enggan melakukan transfer teknologi ke Indonesia karena lebih memilih untuk membeli mentahnya saja.
Kepala BIM Brian Yuliarto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan berbagai negara untuk menjajaki kerja sama pengembangan LTJ di Tanah Air. Namun, mayoritas negara tersebut menolak untuk berbagi pengembangan teknologi maupun investasi pengolahan di Indonesia. Hal itu tidak lain untuk mendapatkan nilai tambah di negara mereka sendiri.
"Hampir semua negara menutup, mereka hanya mau membeli bahan mentah. Karena memang teknologi ini tidak mudah begitu ya. Mereka inginnya adalah mengelola mineral yang mengandung Logam Tanah Jarang itu di negaranya masing-masing saja. Mereka tidak mau mengembangkan di Indonesia," ungkap Brian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (10/2/2026).
Brian menjelaskan, teknologi pemisahan LTJ menjadi mineral tunggal (single mineral) memang sangat kompleks dan sulit dikuasai. Hal itu berbeda dengan mineral lain yang teknologinya relatif lebih mudah didapatkan atau dibeli di pasar global, sehingga penguasaan teknologi LTJ menjadi aset yang sangat dilindungi oleh negara-negara produsen utama.
"Kalau tadi sampai Mix Rare Earth Oxide itu sudah ada (di Indonesia). Kalau sampai element, ini yang belum ada. Kita sedang membujuk beberapa negara dengan timbal balik adalah mereka bisa menjadi offtaker (pembeli)-nya," tambahnya.
Keterbatasan akses teknologi tersebut membuat Indonesia harus menyusun strategi, salah satunya dengan mengoptimalkan riset dalam negeri dan membentuk entitas khusus.
Dengan begitu, Danantara telah membentuk PT Pertambangan Mineral Nasional (PERMINAS) yang ditugaskan untuk membangun industri pemisahan dan pemurnian, serta menyiapkan proyek percontohan (pilot project) teknologi hilirisasi di Mamuju, Sulawesi Barat.
Kendati demikian, Brian membeberkan bahwa BIM sendiri saat ini sudah melakukan pengembangan kemitraan dengan sejumlah negara. Berikut daftarnya:
Australia: Iluka dan Lynas Rare Earths (calon offtaker)
Jepang: Iwatani (calon offtaker), Jogmec (calon mitra investasi dan calon offtaker)
Prancis: Carester (calon mitra teknologi dan calon offtaker)
Finlandia: Metso (calon mitra teknologi)
Rusia: Rusal (calon mitra teknologi dan calon offtaker)
China: Minmetals (calon mitra investasi dan calon offtaker), Landmark Green Energy Pte. Ltd. (calon offtaker)
UAE: New Energy Metal (calon mitra investasi dan calon offtaker/supplier)
Kanada: Saskatchewan Research Council/SRC (calon mitra teknologi dan calon offtaker)
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

















































