Ogan Komering Ulu - Polda Sumsel mewujudkan visi swasembada pangan nasional tahun 2026 dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang dipusatkan di Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Capaian produksi jagung di wilayah Polda Sumsel telah menembus angka 66.938,22 ton.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan jajaran kepolisian tetapi juga multisektor yang terintegrasi secara nasional. Panen raya ini terkoneksi langsung melalui tayangan virtual bersama Presiden Prabowo Subianto serta diikuti serentak oleh seluruh Polda, Polres, dan Polsek se-Indonesia. Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho menegaskan bahwa akselerasi program ketahanan pangan ini dilakukan secara terukur, progresif, dan berkelanjutan.
"Memasuki tahun 2026, komitmen tersebut terus kami akselerasi secara terukur. Alhamdulillah, potensi lahan kita kini mencapai 31.891,74 hektare, secara nyata melampaui target maksimal yang diamanatkan oleh Gugus Tugas Polri," ujar Irjen Sandi Nugroho dalam keterangannya diterima, Sabtu (16/5/2026).
Lebih lanjut, Irjen Sandi memaparkan tren positif yang berhasil dicapai oleh seluruh jajarannya hingga pertengahan tahun ini.
"Kinerja ini terus berlanjut hingga Mei 2026, dengan realisasi tanam mencapai 10.753,99 hektare pada Kuartal I, serta sukses menembus 108,02 persen dari target pada Kuartal II. Hadirin yang saya hormati, hingga saat ini, capaian produksi jagung di wilayah Polda Sumatera Selatan pada tahun 2026 telah menembus angka 66.938,22 ton, yang terserap secara optimal oleh Bulog serta berbagai sektor industri pakan ternak dan pasar lokal," paparnya.
Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya menegaskan capaian ini adalah bentuk nyata keseriusan Polri, khususnya Polda Sumsel, dalam mengawal program strategis pemerintah dari hulu hingga ke hilir.
"Keberhasilan Polda Sumsel melampaui target tanam jagung hingga 108 persen lebih ini menjadi bukti bahwa sinergitas kita di lapangan berjalan sangat progresif. Dipusatkannya panen raya di OKU Selatan adalah representasi dari komitmen kami untuk terus mendorong sentra-sentra pertanian lokal agar lebih produktif demi tercapainya swasembada pangan nasional di tahun 2026," tegas Kombes Nandang.
Pemilihan Kabupaten OKU Selatan sebagai pusat kegiatan di Sumatera Selatan didukung oleh lonjakan data yang kuat. Wilayah hukum Polres OKU Selatan merupakan kontributor terbesar dalam rencana panen raya serentak kali ini. Di lokasi Desa Bumi Agung Jaya, terhampar 11 hektare lahan yang dipanen langsung menggunakan teknologi alat dan mesin pertanian (Alsintan) modern berupa Corn Combine Harvester.
Secara keseluruhan di OKU Selatan, luas panen mencapai 113 hektare dengan estimasi hasil mencapai 678 ton jagung. Potensi lahan jagung di wilayah ini pun meroket drastis dari 2.982 hektare pada 2025 menjadi 6.877 hektare di tahun 2026.
Pada momen panen raya tersebut, turut dilakukan pelepasan 30 ton jagung menggunakan tiga unit truk menuju Bulog OKU Timur untuk memastikan kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga di pasaran.
Raihan produksi jagung, perluasan lahan, serta realisasi tanam yang menembus yang melampaui target menjadi bukti nyata atas kinerja progresif Polda Sumsel. Capaian ini mengukuhkan posisi institusi Polri tidak hanya sebagai penjaga stabilitas keamanan, tetapi juga motor penggerak ketahanan pangan yang terukur dari hulu ke hilir dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. (zap/dhn)


















































