Demo Partai Kecoa Mulai Meluas, Oposisi Ikut Massa Goyang Rezim

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa yang menuntut akuntabilitas atas skandal kebocoran soal ujian nasional dan korupsi dilaporkan semakin membesar di New Delhi. Gelombang kemarahan generasi muda ini secara mendadak dimanfaatkan oleh deretan partai oposisi untuk menggalang kekuatan politik dan menekan pemerintahan yang sedang berkuasa.

Mengutip Reuters, Rabu (22/07/2026), aksi demonstrasi yang dipelopori oleh kelompok gerakan yang menamakan dirinya Partai Kecoa (CJP) tersebut direspon keras oleh aparat kepolisian. Otoritas menggunakan gas air mata dan tongkat pemukul guna membuarkan massa aksi.

Langkah represif aparat tersebut justru memicu gelombang simpati yang jauh lebih luas dari jajaran pimpinan partai politik oposisi, yang langsung mendatangi lokasi protes serta memberikan bantuan hukum hingga pasokan logistik.

"Serangan terhadap mahasiswa adalah serangan terhadap setiap keluarga di negara ini. PM merasa dia bisa lolos tanpa memberikan jawaban dan tanpa konsekuensi. Dia tidak bisa melakukannya kali ini. Suara dari para mahasiswa tidak akan diabaikan," tegas pimpinan oposisi Kongres, Rahul Gandhi, sebelum akhirnya diamankan oleh aparat kepolisian di luar kediaman resmi perdana menteri.

Langkah solidaritas dari pihak oposisi ini dipandang sebagai taktik catur politik guna memikat basis pemilih muda, mengingat populasi berusia di bawah 30 tahun diperkirakan mencakup lebih dari separuh total penduduk negara tersebut. Kerumunan massa dalam jumlah besar dan rekaman tindakan keras aparat yang tersebar luas di media sosial secara instan mengubah gerakan kemahasiswaan ini menjadi panggung pertarungan politik nasional.

Peluang Emas Gaet Suara Generasi Muda

Para analis menilai bahwa mengalirnya dukungan dari partai-partai oposisi membawa peluang sekaligus risiko besar bagi gerakan mahasiswa CJP. Di satu sisi, dukungan dari figur politik kawakan dapat menyediakan bantuan sumber daya, perlindungan hukum, serta platform nasional yang lebih kuat demi menuntut pengunduran diri menteri pendidikan atas kebocoran soal ujian medis yang merugikan jutaan peserta.

Namun di sisi lain, fokus utama mahasiswa mengenai pencegahan kebocoran soal ujian dan penciptaan lapangan kerja berisiko tergeser oleh agenda politik pemilu dari partai-partai besar. Persaingan antarpartai untuk memperebutkan simpati pemilih muda kian memanas menjelang gelombang pemilihan kepala daerah di sejumlah wilayah padat penduduk pada tahun depan.

"Saya pikir oposisi telah mendapatkan sinyal yang sangat jelas bahwa ada sentimen yang sangat kuat menentang pemerintah, setidaknya dalam isu ini. Jika gerakan ini tetap tidak terarah, peluang terjadinya penindakan lebih lanjut terhadap gerakan tersebut jauh lebih tinggi. Jadi partai-partai oposisi melihatnya sebagai peluang dan coba membangun simpati di antara para demonstran," terang Profesor Sanjay Kumar dari Centre for the Study of Developing Societies.

Di sisi lain, media-media penyiaran yang mendukung pemerintah melontarkan tuduhan bahwa pihak oposisi sengaja menunggangi gerakan mahasiswa demi mengincar sorotan publik dan keuntungan elektoral semata.

Oposisi Turun Gunung dan Peringatan Analis

Guna menunjukkan komitmennya, jajaran elit oposisi menyambangi kamp-kamp demonstran yang bertahan di tengah cuaca panas ekstrem sekitar 3 kilometer dari gedung parlemen. Pihak CJP sendiri menyambut terbuka dukungan dari oposisi, sembari berjanji untuk tetap menjaga independensi gerakan agar tidak dipolitisasi.

"Ini bukan protes politik. Ini adalah gerakan massa, ini adalah gerakan mahasiswa dan kami mengapresiasi dukungan yang kami dapatkan dari partai-partai oposisi. CJP yang mengundang oposisi dan sekarang mereka datang memberi kita dukungan. Itu memotivasi kami. Kami tidak akan membiarkan politik apa pun terjadi di sini," beber juru bicara CJP mengenai bergabungnya para tokoh politik.

Pemerintah sendiri hingga saat ini belum memberikan pernyataan publik secara langsung mengenai tuntutan pengunduran diri menteri pendidikan. Kendati demikian, juru bicara kabinet mengeklaim bahwa tindakan paling tegas sedang disiapkan oleh pemerintah untuk melindungi kepentingan seluruh mahasiswa.

"Ada upaya saling mengungguli di antara partai-partai politik mengenai siapa yang paling bisa menempatkan diri sebagai pahlawan bagi pemuda. Setiap partai politik bertindak sesuai dengan kalkulasi elektoralnya masing-masing, terutama dengan mendekatnya pemilu daerah," pungkas analis politik dari Observer Research Foundation, Rasheed Kidwai.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |