Danantara Target Dividen Rp150 T, BUMN Ini Calon Penyumbang Terbesar

10 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - BPI Daya Anagata Nusantara (Danantara) kini menetapkan target dividen dari perusahaan pelat merah sebesar Rp150 triliun setiap tahunnya. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi BUMN menjadi instrumen investasi produktif melalui skema Sovereign Wealth Fund domestik.

Target besar tersebut sangat bergantung pada kontribusi perusahaan-perusahaan raksasa milik negara. Beberapa sektor unggulan seperti perbankan dan energi diprediksi akan menjadi tulang punggung utama dalam mengejar angka setoran tersebut.

Dengan menggunakan skenario di mana Pertamina menetapkan Dividend Payout Ratio (DPR) 20% (atas laba 2024 sekitar Rp 49,54 T, menghasilkan dividen Rp 9,91 T) dan PT Pelindo (Persero) menetapkan DPR 30% (atas laba 2024 sebesar Rp 3,58 T, menghasilkan dividen Rp 1,07 T). Pelindo menggunakan rata-rata pasar pada industri tersebut.

Berikut adalah total setoran 10 BUMN teratas (atas Laba Tahun Buku 2024):

  1. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) - Rp 27,52 Triliun

  2. PT Bank Mandiri (BMRI) - Rp 22,62 Triliun

  3. MIND ID (Holding Tambang) - Rp 20,10 Triliun

  4. PT Telkom Indonesia (TLKM) - Rp 10,96 Triliun

  5. PT Pertamina (Persero) - Rp 9,91 Triliun

  6. PT Bank Negara Indonesia (BBNI) - Rp 8,37 Triliun

  7. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) - Rp 3,35 Triliun

  8. PT Pupuk Indonesia (PIHC) - Rp 2,95 Triliun

  9. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) - Rp 1,07 Triliun

  10. PT Bank Syariah Indonesia (BRIS) - Rp 0,85 Triliun

    TOTAL (10 Perusahaan): Rp 107,70 Triliun. Sisa Rp 42,30 Triliun

Menganalisis 'Gap' Rp 42 Triliun dan Realitas Portofolio

Kalkulasi skenario prudent ini menghasilkan total setoran dividen dari 10 BUMN teratas sebesar Rp 107,70 Triliun.

Angka ini memunculkan dua fakta penting. Pertama, timbul "gap" atau kekurangan sebesar Rp 42,30 Triliun untuk mencapai target ideal Rp 150 Triliun.

Kedua, muncul pertanyaan berupa mungkinkah 'gap' ini ditutup oleh ratusan BUMN dan anak usaha lainnya di luar 10 besar? Jawabannya adalah sangat tidak mungkin bila dilihat berdasarkan dari data historis.

Fakta di lapangan, yang juga diakui oleh manajemen Danantara, menunjukkan konsentrasi profitabilitas yang ekstrem. Sekitar lebih dari 90% total dividen BUMN hanya berasal dari 10 perusahaan elite tersebut.

Portofolio BUMN sisanya (sekitar 1.000+ entitas) sebagian besar adalah perusahaan yang menjalankan Public Service Obligation (PSO), memiliki skala bisnis kecil, atau bahkan menderita kerugian kronis.

Secara kolektif, kontribusi dividen dari BUMN di luar 10 besar ini diperkirakan hanya di kisaran Rp 1-4 triliun, angka yang dapat diabaikan dan tidak mampu menutup 'gap' Rp 42,30 triliun.

Ini berarti, untuk mencapai target Rp 150 triliun secara berkelanjutan, Danantara tidak bisa bergantung pada "BUMN sisa". Danantara harus secara aktif meningkatkan profitabilitas portofolio yang ada.

(tps)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |