Charoen Pokphand Tegaskan Tak Jual Ayam via Transaksi Online di Medsos

3 hours ago 4

Jakarta -

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) meminta masyarakat untuk mewaspadai aksi penipuan yang mengatasnamakan perusahaan. Modusnya, pelaku menjual daging ayam potong melalui media sosial dengan harga murah dari pasaran umum dan meminta pembayaran melalui transfer atau QRIS.

Belakangan, muncul laporan korban yang mengalami kerugian usai melakukan transaksi melalui media sosial. Pelaku mengklaim menjual produk dari CPI Bandung. Namun, setelah korban mentransfer uang, barang yang dijanjikan tidak dikirimkan.

Merespons hal ini, Communication & Public Affair Coordinator CPI, Gun Affandy mengimbau agar masyarakat tidak percaya promosi melalui media sosial dengan cara pembayaran melalui QRIS atau transfer ke rekening tertentu yang mengatasnamakan perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Silahkan melakukan pengecekan melalui Hotline kami 02I-692 0000. Apabila masyarakat mendapat atau menerima penawaran yang mengatasnamakan CPl, silakan konfirmasi ke layanan Hotline, petugas kami akan melayani dan memberikan informasi," ujar Gun dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Gun menyampaikan modus penipuan tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama dan telah berulang kali disosialisasikan melalui berbagai media massa lokal hingga nasional. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan promosi-promosi penawaran penjualan harga murah, apalagi dengan menyetorkan sejumlah uang terlebih dahulu melalui QRIS / virtual account/e-Wallet.

"Kami tegaskan, bahwa selama ini kami tidak pernah menyediakan pembayaran melalui QRIS / virtual account/e-Wallet" tegas Gun.

Sementara itu, Vice President Hukum dan Komunikasi Publik CPI, Yustinus B. Solakira, menyarankan agar korban penipuan melaporkan kasus penipuan ini ke pihak kepolisian dengan tujuan agar pihak berwajib dapat mengusut dan menemukan pelakunya.

"Kami menyarankan agar para korban bisa melaporkannya ke pihak kepolisian atas tindak penipuan, yang secara nyata menyebabkan kerugian material," paparnya.

Menurut informasi, para korban telah menyetor sejumlah uang ke pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membeli daging ayam potong. CPI pun menegaskan tidak pernah melakukan penawaran sebagaimana yang ada dalam media sosial dan ternyata itu dilakukan oleh pelaku yang tidak ada kaitannya dengan perusahaan.

Saksikan Live DetikSore:

(ega/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |