Jakarta -
Sejumlah warga di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengaku tidak sempat sahur karena banjir datang akibat hujan deras. Mereka fokus menyelamatkan barang-barangnya saat terjadi banjir.
"Jam 05.00 WIB, habis sahur ya pas azan. Saya nggak sempat sahur, sudah wanti-wanti air sudah naik sampai situ," kata Zoko dilansir Antara, Jumat (20/2/2026).
Zoko mengatakan, saat air mulai meninggi, dirinya langsung membereskan dan mengangkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Mesin cuci, kasur, serta pakaian menjadi prioritas untuk diamankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dadakan saja airnya langsung naik cepat. Yang penting baju-baju diangkat dulu. Kalau sempat, baru kasur," katanya.
Akibat kondisi tersebut, ia mengaku tidak kuat menjalankan puasa karena sejak pagi harus berkutat dengan genangan air.
Warga menyebut banjir itu bukan banjir tahunan, melainkan kerap terjadi setiap hujan deras dengan intensitas tinggi dari siang hingga malam hari. Dalam tiga tahun terakhir tinggal di lokasi tersebut, ia sudah mengalami banjir sebanyak dua kali.
"Baru dua kali. Yang pertama waktu bulan puasa juga," katanya.
Istrinya, Khotimah, menjelaskan biasanya informasi status siaga diperoleh dari kelurahan melalui RT dan RW. Namun, kenaikan air kali ini dinilai cukup cepat meski sudah ada pemberitahuan status siaga.
"Biasanya ada laporan siaga satu, siaga dua. Tadi sudah siaga, tapi naiknya cepat," ujar Khotimah.
Khotimah tinggal bersama suami dan tiga anaknya. Ia memastikan seluruh anggota keluarga dalam kondisi aman.
Untuk sementara waktu, ia memilih meliburkan usaha dagang gorengan dan takjil yang biasa dijajakan di pinggir jalan karena harus fokus membersihkan rumah. Khotimah pun berencana pindah dari lokasi tersebut setelah Lebaran guna menghindari risiko banjir berulang.
"Niat pindah habis Lebaran. Sudah ada rencana cari tempat yang lebih tinggi," ujarnya.
(eva/imk)


















































