Jakarta -
Lonjakan arus mudik menjelang hari raya Idul Fitri mulai terlihat di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Ribuan orang mulai memadati stasiun, termasuk para ibu muda yang berjuang membawa balita demi bisa pulang ke kampung halaman dengan nyaman.
Salah satunya Tina (28), warga Tangerang Selatan, yang bersiap berangkat menuju Yogyakarta bersama suami dan bayinya. Dia mengaku ini merupakan pengalaman pertama keluarga kecilnya mudik menggunakan kereta.
"Baru kali ini (mudik naik kereta). Biasanya bawa mobil. Pengen ngerasain sih lebih tepatnya," ujar Tina di Stasiun Gambir, Senin (16/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus kan tahun kemarin belum ada bayi, jadi masih belum repot. Kayaknya kalau bawa mobil bertiga saja tuh repot ya," sambungnya.
Demi mendapatkan kursi kereta, Tina dan suami sudah bersiap sejak pemesanan tiket mulai dibuka. Beruntung, mereka masih mendapatkan tiket sebelum ludes dalam waktu sekejap.
"Aku sudah war dari sebulan yang lalu sih, H-45 kan sudah dibuka tuh. Itu cepat banget habisnya. Terus aku lihat tanggal 16 (Maret) masih ada di Gambir langsung saja (dipesan)," tuturnya.
Mudik membawa bayi diakui Tina membutuhkan persiapan ekstra. Dia menyebutkan tas besar yang mereka bawa hampir seluruhnya berisi perlengkapan bayi.
"Persiapannya paling banyak punya bayi sih. Perlengkapan bayi kayak susu, popok, baju-bajunya, sama stroller juga," jelasnya.
Selain itu, ia harus memastikan seluruh kebutuhan anaknya terpenuhi selama di perjalanan agar tidak rewel di dalam kereta.
"Aku bawa mainan, bawa camilannya dia, sudah disiapin makan juga. Dia anteng sih kalau naik kereta," tuturnya.
Cerita serupa datang dari Lia (35), ibu dua anak asal Cikarang yang juga hendak mudik ke Yogyakarta. Lia menyebutkan memilih kereta api karena kondisi kesehatan anak-anaknya yang sering mengalami mabuk darat jika menggunakan bus.
"Naik kereta karena lebih cepat saja, nggak macet. Emang sudah enggak pernah naik bis. Karena naik bis pada suka pusing (anak-anak). Naik kereta dia malah pada ceria, senang," ucapnya.
Meski begitu, Lia mengaku sempat kesulitan mendapat tiket mudik karena kalah 'war' tiket kereta di stasiun terdekat dari rumahnya, Cikarang. Beruntung, ia masih mendapatkan tiket di Stasiun Gambir.
"Tiketnya kan susah ya dapatnya tanggal 16, kebetulan rumah di Cikarang. Yang dari Cikarang Bekasi enggak dapat, dapatnya yang di Gambir. Jadi naik KRL dulu ke sini," terangnya.
Dalam perjalanan menuju kampung halaman, Lia mengaku hanya menyiapkan perbekalan seadanya. Dia menyebut lebih berfokus pada esensi utama untuk berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara di momen lebaran nanti.
"Yang penting bisa silaturahmi pulang ke kampung saja sudah," ungkapnya.
(ygs/ygs)


















































