Bukan Timur Tengah, Iran dan China "Mendadak" Serang Eropa

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang di Timur Tengah terus memanas, menyusul serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya. Iran pun merespon dengan melancarkan serangan balasan ke pangkalan-pangkalan militer AS di Kawasan Timur Tengah.

Tak hanya itu, Iran juga menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur perdagangan global yang krusial khususnya untuk distribusi minyak. Penutupan ini memicu lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi berdampak luas ke berbagai sektor ekonomi.

Di tengah perang fisik yang terjadi di Timur Tengah, Uni Eropa (UE) tiba-tiba mengumumkan negara-negara di kawasannya mendapat serangan siber dari China dan Iran.

Uni Eropa (UE) resmi menjatuhkan sanksi terhadap tiga perusahaan yang berbasis di China dan Iran terkait serangan siber terhadap negara-negara anggotanya.

Dalam pernyataan resminya, UE menetapkan dua perusahaan asal China, yakni Integrity Technology Group dan Anxun Information Technology, serta perusahaan Iran Emennet Pasargad ke dalam daftar hitam.

UE mengungkapkan Integrity Technology Group diduga berperan dalam peretasan lebih dari 65.000 perangkat yang tersebar di enam negara anggota, sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (22/3/2026).

Sementara itu, Anxun Information Technology disebut menyediakan jasa peretasan yang menargetkan infrastruktur vital. Bahkan, dua pendiri perusahaan tersebut turut dikenai sanksi secara individu.

Tak hanya itu, perusahaan asal Iran, Emennet Pasargad, dituding terlibat dalam penyebaran disinformasi dengan cara membobol papan reklame saat gelaran Olimpiade Paris 2024.

Sebagai bentuk hukuman, UE menjatuhkan sanksi berupa pembekuan aset serta larangan perjalanan bagi individu yang terlibat.

Selain itu, seluruh warga dan perusahaan di wilayah Uni Eropa juga dilarang memberikan dukungan finansial kepada entitas yang masuk daftar sanksi tersebut.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |