Pria Ini Digunduli Massa usai Terang-Terangan Menghina Alquran

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Ribuan umat Muslim berkumpul di luar sebuah cafe di Bangkok menuntut permintaan maaf dari seorang pria yang mengejek dan menghina Al-Quran saat live di media sosial pada Minggu (10/5) lalu.

Saat live, pria yang disebut bagian dari komunitas LGBTQ tersebut diperingatkan oleh pria lain bahwa ucapannya itu akan menyeretnya ke neraka. Alih-alih berhenti, dia malah mengabaikan sambil menjawab "Saya akan masuk neraka juga, saya yakin," ujarnya, seperti dikutip dari Bangkok Post.

Tak pelak, aksinya itu memicu reaksi keras dari komunitas Muslim dan kelompok agama di Thailand. Mereka menilai hal tersebut sebagai tindakan pelecehan dan penghinaan terhadap agama.

Buntut dari live itu, ribuan umat Islam berkumpul di Soi Ramkhamhaeng 53, menuntut pria tersebut untuk mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Mereka berpendapat, aksi penghinaan agama jika dibiarkan akan dinormalisasi oleh pihak lain, bahkan berpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat yang multikultural.

Digeruduk massa, pria dalam video viral tersebut mengaku kapok, dia bahkan menampar wajahnya sendiri untuk menunjukkan penyesalannya.

Narupol, seorang Muslim yang tinggal di Bangkok, mengatakan persoalan ini baru dianggap selesai jika pria tersebut memenuhi tiga tuntutan: mencukur kepalanya, mengucapkan kalimat syahadat sebagai pernyataan masuk Islam, dan menyampaikan permintaan maaf kepada umat Muslim di akun Facebook pribadinya.

Pria itu setuju untuk digunduli kepalanya. Saat digunduli, sejumlah orang di kerumunan mencoba menyerangnya. Keributan pun terjadi, hingga polisi setempat harus turun tangan.

Saat video penggundulan tersebut tersebar di sosial media, sejumlah orang menilai bahwa itu adalah bentuk penindasan karena massa menggunakan kekerasan fisik di bawah naungan agama.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |