Breaking! Ledakan Bom Guncang Masjid Usai Salat Jumat, Puluhan Tewas

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan bom mengguncang masjid di Islamabad, Pakistan, usai salat Jumat. Kejadian itu menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai puluhan lainnya.

Otoritas setempat mengatakan ledakan terjadi di sebuah masjid di kawasan Tarlai pada Jumat, (6/2/2026), sesaat setelah jamaah menyelesaikan salat Jumat. Seorang pejabat kepolisian senior, yang berbicara kepada AFP dengan syarat anonim, menyatakan bahwa "ledakan terjadi setelah salat Jumat di sebuah masjid Syiah".

Dalam pernyataan resmi, pemerintah daerah Islamabad mengonfirmasi bahwa 15 orang tewas dalam serangan tersebut. Otoritas juga menyebut jumlah korban luka cukup besar, dengan "jumlah pasien yang dibawa ke berbagai rumah sakit telah melebihi 80 orang".

Sementara itu, polisi menyatakan korban tewas setidaknya telah mencapai 20 orang dan 90 lebih orang terluka.

Di Rumah Sakit Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS), seorang fotografer AFP menyaksikan puluhan korban luka terus berdatangan. Para korban terlihat dievakuasi dalam kondisi berlumuran darah, sementara tenaga medis berusaha memberikan perawatan darurat.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif langsung mengecam keras serangan tersebut. Dalam pernyataannya, Sharif menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi itu dan mengecam aksi kekerasan yang menargetkan tempat ibadah.

Perdana menteri menyatakan dirinya "sangat berduka" dan "dengan keras mengutuk" ledakan itu.

Sumber keamanan mengatakan kepada AFP bahwa serangan tersebut dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri. Menurut sumber tersebut, pelaku sempat dihentikan di pintu masuk masjid sebelum meledakkan dirinya.

"Penyerang dihentikan di gerbang dan meledakkan dirinya sendiri," ujar sumber keamanan itu kepada AFP dengan syarat anonim.

Hingga kini, otoritas Pakistan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik serangan yang kembali menyoroti rapuhnya situasi keamanan, khususnya bagi kelompok minoritas Syiah di negara tersebut.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |