Bos Danantara Ungkap Peluang Cuan Besar Buat RI dari AI

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyoroti investasi di sektor infrastruktur digital. Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, sejak kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menciptakan ketamakan dan ketakutan di saat yang sama.

Menurutnya, dibalik ketakutan masyarakat terhadap kecerdasan teknologi, AI tetap menjadi daya tarik yang masih diminati. Namun, semua hal yang berkaitan dengan AI membutuhkan energi.

"Tapi you know when you talk about artificial intelligence and all the opportunities that will come, ada satu yang sebenarnya menjadi backlog mereka, which is energy," ujarnya di Auditorium Bank Mega Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Artinya, energi menjadi kunci dan dapat menciptakan peluang bagi Indonesia. "Energy is AI. AI itu membutuhkan energi. Makanya saya melihat there is a big opportunity buat Indonesia," ungkapnya.

Pandu menyebut, Indonesia menjadi negara yang kuat dalam ekspor di sektor energi. "Nah ini kesempatan Pak, bagaimana kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk mengembangkan digital infrastructure," imbuhnya.

Pendu menyebut, sebagian besar masyarakat lebih sering menggunakan layanan AI seperti cloud dan OpenAI dibandingkan Google. Hal ini dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk serius memperluas investasi di sektor energi.

"The high demand dari digital infrastructure. Nah di kita Pak, ini saya masih contoh, Singapura mungkin memerlukan 4-6 ekstra gigawat, hanya untuk data center. Indonesia total per hari ini termasuk semuanya di 6-1 gigawat. Minimum yang dibutuhkan di Indonesia 10 gigawat, the next few years. Yang dibutuhkan renewable energy, sebagian besar," ungkapnya.

Pandu mengungkapkan lebih jauh, banyak negara besar di dunia yang berlomba-lomba untuk menjadi sumber energi yang terjangkau dan juga menyediakan akses ke air bersih. Jadi, bagaimana pemanfaatan penggunaan energi atau potensi energi untuk mendapatkan sumber daya dari sisi kecerdasan buatan (AI), yaitu infrastruktur digital.

"Itulah opportunity yang menurut saya sangat menarik," tutupnya.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |